AR, Tersangka kasus pembunuhan istri dan anak balita saat engungkapan perkara di Mapolres Cilegon, Kamis (4/4/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – AR, Tersangka kasus dugaan pembunuhan di Lingkungan Ciore Waseh, RT 008 RW 002, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon mengaku menyesali perbuatannya mengahabisi nyawa Anis Purwani (30) yang merupakan istri dan Atarayan Rizki (40 hari) yang juga anak balitanya.

Dalam konferensi pers pada pengungkapan kasus perkara di Polres Cilegon, Kamis (4/4/3019), Tersangka diduga melakukan pembunuhan karena tersulut emosi dan ditolak berhubungan intim berkali-kali.

“Luapan emosi dan riwayat rumah tangga. Pada waktu itu tiga kali ditolak (hubungan suami istri) dengan cara menyikut dada saya. Tapi sebelum-sebelumnya selama berah tangga sering mendapat penolakan,” ujarnya.

“Dengan kejadian ini sangat menyesal,” ungkapnya.

Bukan hanya Istri tersangka, tapi anak balitanya juga terbunuh. Ia mengaku tidak sengaja melakukan pembunuhan terhadap anaknya.

“Waktu itu anak saya di dekat istri dan saya tidak sengaja. Anak kena bemturan lutut saya dan kelindes,” ujarnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra mengatakan, dari hasil autopsi yang diperoleh pihaknya dari dokter forensik terungkap kematian istri tersangka terkena benturan benda tumpul. Hal itu membuat pembuluh darah korban pecah sehingga menyumbat pompa darah dari jantung ke otak.

“Hasil autopsi yang telah kita dapatkan untuk istri tersangka selaku korban itu adanya benturan benda tumpul di sekitar kepala dan wajah yang mengakibatkan retaknya seputaran di wajah sehingga pecahnya pembuluh darah masuk sampai ke otak menyumbat terjadinya pompa dari jantung ke otak sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” kata Kasatreskrim.

Dibeberkan Kasatreskrim, benda tumpul itu diantaranya meja kaca yang berada di kamar saat tersangka menghabisi nyawa korban.

“Kalau dari keterangan saksi-saksi kita sesuaikan hasil autopsi itu tadi terkena benturan benda tumpul ditendang-tendang,” tandasnya.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan penyidikan kasus pembunuhan tersebut. Dijadwalkan pada Senin (8/4/2019), pihaknya akan menggelar rekonstruksi untuk mengungkap ada tidaknya unsur perencanaan dalam pembunuhan tersebut.

“Sampai dengan saat ini kita belum lihat perencanaannya namun nanti lebih jelasnya pada saat rekonstruksi baru tergambar apakah ada perencanaan di awalnya atau ini spontanitas,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?