Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, UI ditahan Kejari Cilegon terkait kasus korupsi Pembangunan Depo Sampah, Selasa (31/5/2022). Foto Tangkapan Layar

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri Cilegon menahan dua tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam Pembangunan Depo Sampah di Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon Tahun Anggaran 2019. Kedua tersangka yang ditahan diantaranya Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon inisial UI dan Direktur PT BACI inisial LH.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cilegon, Ineke Indraswati mengatakan, penahanan kedua tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti. Dari hasil penyidikan didapati bukti permulaan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan kedua tersangka hingga merugikan keuangan negara Rp 844.056.000.

“Jadi bahwa hari ini kita telah menetapkan dua orang tersangka. Yaitu tersangka UI selaku  Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam kegiatan pembangunan Depo Sampah dan tersangka LH selaku penyedia atau kontraktor,” ujar Ineke saat di Kantor Kejari Cilegon, Selasa (31/5/2022).

Ineke menjelaskan secara singkat kronologis perkara. Kasus tersebut bermula dari adanya kegiatan pembangunan Depo Kecamatan Purwakarta Tahun Anggaran 2019 pada DLH Cilegon. Pembangunan dianggarkan dari APBD Kota Cilegon 2019 dengan nilai pagu paket pekerjaan sebesar Rp. 939.200.000.

Dalam proses lelang pekerjaan tersebut, PT BACI ditentukan sebagai pemenang tender. Kemudian Tersangka UI selaku PPK melakukan penunjukan penyedia dan memerintahkan PT BACI untuk memulai pelaksanaan pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp.844.056.000.

Saat memulai pekerjaan, kata Ineke,  Tersangka LH selaku Direktur PT BACI diduga secara melawan hukum hanya meminjamkan bendera perusahannya kepada orang lain untuk mengikuti tender dan melaksanakan pekerjaan konstruksinya.

Kemudian Tersangka UI selaku PPK juga diduga secara melawan hukum dan atau menyalahgunakan kewenangannya menyetujui pekerjaan pembangunan transfer depo Kecamatan Purwakarta tersebut dilaksanakan oleh pihak lain atau bukan dilaksanakan oleh PT BACI beserta personil yang termuat di dalam kontrak.

Atas perbuatan kedua tersangka, tutur Ineke, pekerjaan Pembangunan Depo Kecamatan Purwakarta diduga gagal dibangun. Karena pembangunan tidak sesuai gambar rencana, kontrak dan spesifikasi teknis.

“Atas perbuatan Tersangka UI dan Tersangka LH akhirnya pekerjaan pembangunan transfer depo Kecamatan Purwakarta tersebut tidak dilaksanakan sesuai gambar rencana, kontrak dan spesifikasi teknis dengan hasil kesimpulan Penilai Ahli Jasa Konstruksi adalah bahwa Bangunan Transfer Depo dinilai tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsi awalnya atau terjadi kegagalan bangunan,” ungkap Kajari seraya menjelaskan kedua tersangka langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Serang.

Tersangka atas perbuatannya disangkakan  pasal 2 atau pasal 3 ayat 1 junto pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan terancam penjara maksimal 20 tahun penjara. (Ronald/Red)