CILEGON, SSC – Tiga buaya yang dipelihara oleh pemilik Hotel Sari Kuring Indah (SKI) diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Wilayah I Kota Serang. Namun proses itu tergolong alot, karena ketiga buaya berontak saat berusaha dievakuasi petugas.

Pantauan selatsunda.com di Area Mess SKI, proses evakuasi tiga buaya muara itu dilakukan sekitar pukul 13.00 wib. Satu persatu buaya dievakuasi dari tempat penangkaran berukuran sekitar 10 x 20 meter itu. Buaya pertama dan kedua yang dievakuasi diperkirakan berusia 8 tahun dengan ukuran sekitar 2 meter. Buaya tampak berontak ketika ditarik dengan tali oleh petugas. Bobot yang berat membuat petugas kewalahan mengevakuasi dari kandang ke atas truk. Petugas juga cukup kesulitan ketika menarik buaya ketiga. Buaya yang diperkirakan berusia 20 tahun dengan bobot 800 kilogram itu sempat berontak dan menghempaskan badan dengan keras ke pagar pembatas kandang. Petugas kemudian membobok beton pembatas kandang itu untuk memudahkan proses evakuasi reptil itu.

Pemilik Hotel SKI Cilegon, Freddy Indradi mengatakan, tiga buaya itu telah dipelihara selama berpuluh tahun di SKI. Freddy mengelak ketika ditanyakan ketiga buaya yang dibeli dari penangkaran Cikande, Kabupaten Serang itu tidak mampu dipelihara karena permasalahan ijin yang tidak lengkap. Pihaknya memutuskan untuk menyerahkan tiga reptil itu kepada BKSDA secara sukarela melalui Ditreskrimsus Polda Banten.

“Dulu memang ada ijin, satwa dilindungi. Setelah peraturan diubah, ada istilah penangkaran. Perkembangan untuk tipe buaya harus lebih banyak persysratannya. Kedepan, kita tidak menginginkan ini dan kita serahkan. Mungkin kita harus mencari tempat lebih luas, dan lebih layak lagi untuk hidup buaya ini, ” kilah Freddy disela evakuasi.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Serang pada BKSDA Jawa Barat, Andri Ginson Sianipar mengatakan, Pihaknya mengapresiasi SKI yang secara sukarela telah menyerahkan 3 buaya itu.

“Secara aturan memang boleh dipelihara asal memenuhi ketentuan, ada ijinnya. Kita berterimakasih ke pihak Sari Kuring yang sudah mengerti aturan. Karena tidak mempunyai ijin lingkungan, maka mereka menyerahkan secara sukarela, ” tandasnya.

Kegita buaya itu, sambung Andri, akan dititipkan ke PT. Muruy Perdana Lestari. Lembaga konservasi yang ada di Kabupaten Pandeglang itu akan menindaklanjuti pemeliharaan dari ketiga buaya itu.

“Kita rencananya akan menyerahkan ke PT. Muruy yang akan kita titip untuk dirawat,” paparnya (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?