Suasana Video Conference Forkompinda di Diskominfo, Kamis (13/8/2020). Foto Fathulrizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menindaklanjuti Inpres Nomor 6 Tahun 2020 terkait Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian covid-19. Salah satunya akan menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Hal ini terungkap dari hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Serang usai video conference dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI di Kantor Diskominfo Serang, Kamis (13/8/2020).

“Kita (Pemkot Serang) harus tindak lanjut (Inpres No 6 tahun 2020) sampe daerah ke tingkat RT/RW. Bagaimana mencegah dan bagaimana menangani,” kata Walikota Serang Syafrudin.

Ia menuturkan, Kota Serang sendiri belum menerapkan Inpres No.6 Tahun 2020 sebab belum ada pembahasan lebih lanjut.

“Kota Serang belum menerapkan, nanti, Minggu ini akan kita bahas bersama Forkopimda,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Syafrudin, dalam implentasi Inpres nanti akan dikenakan sanksi bagi pelanggar. Adapun bentuk sanksinya akan mengikuti kebijkaan pemerintah provinsi (Pemprov) Banten.

“Kami (Pemkot Serang) akan mengikuti aturan Pemprov. Jika Pemprov mengeluarkan Pergub akan kita ikuti,” tambahnya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, sanksi untuk pelanggar Inpres berupa denda. Meski akan di denda namun besarannya belum diputuskan karena harus melalui kajian.

“Arahannya denda, tapi nanti dirapatin, sejauh mana kajiannya. Apakah dendanya memberatkan atau bagaimana,” pungkasnya.(SSC-03/Red)