Kepala UPTD Pasar Kranggot, Rogayah diwawancara. (Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Sebagian pedagang di Pasar Kranggot, Kota Cilegon nampaknya masih enggan untuk membayar tagihan sewa kios yang sudah ditentukan. Tunggakan sewa kios  pedagang ini bukan hanya terjadi dalam tahun ini, tetapi juga pada tahun sebelumnya.

Kepala UPTD Pasar Kranggot, Rogayah mengatakan total tunggakan kios sampai Mei 2024 diperkirakan mencapai ratusan juta. Berbagai alasan pedagang enggan membayar sewa kio karena pendapatan yang berkurang, usaha jualan pailit alias bangkrut bahkan ada juga kios yang disewakan pedagang ke pedagang lain justru tidak dibayarkan kembali oleh pedagang yang sewa ke pemiliknya.

“Bebagai macam alasan disampaikan pedagang untuk tidak membayarkan tanggung jawabnya dengan membayarkan sewa tersebut,” kata Rogayah kepeda Selatsunda.com, Kamis (20/6/2024).

Baca juga  Terkait Hak Pilih Warga Binaan di Pilkada 2024, KPU Kota Cilegon Nyatakan Masih Perlu Diverifikasi

Rogayah menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki UPTD Pasar Kranggot, total pedagang kios mencapai 678 pedagang. Namun, dari total ini hanya 40 persen pedagang yang membayar tanggung jawabnya dengan membayar uang sewa tersebut.

“Kewajiban pedagang ini untuk bayar retribusi kios pasa. Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah atau dinas saja. Akan tetapi, untuk kepentingan para pedagang jug,” tambah Rogayah.

Dijelaskan Rogayah berbagai upaya UPTD Pasar Kranggot untuk menarik tagihan sewa kios dengan menugaskan para kolektor untuk menarik uang sewa kios dari para pedaganf.

“Para kolektor-kolektor ini yang saya tugaskan kepada mereka untuk menarik hutang dari pedagang. Kalau dikatakan sulit ditangih, iya benar sangat sulit. Tapi saya sudah sesuai prosedur dimulai dengan pemberitahuan tertulis pun sudah kami sampaikan kepada pedagang untuk membayar sewa kios tersebut,” jelasnya.

Baca juga  Tindak Lanjuti IM 9/2024, BPTD Banten Limpahkan Kewenangan Turdalwas Penyeberangan Merak ke KSOP

Kata Rogayah, ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kota Cilegon untuk menangani pedagang yang bayar menunggak.

“Sempat tahun sebelumnya ada kerja sama antara Kejari Cilegon dengan kami untuk menagih piutang-piutang dari para pedagang yang menunggak. Tapi, karena tidak diperpanjang, kemungkinan kami akan lakukan kembali dengan Kejari Cilegon untuk menarik tunggakan pedagang ini.  Strategi kami adalah dengan mencatat data pedagang dan piutang mereka untuk menjaga keberlangsungan pasar,” pungkasnya. (Ully/Red)