SERANG, SSC – Walikota Cilegon Nonaktif, Tubagus Iman Ariyadi, terdakwa kasus dugaan suap izin Amdal pembangunan Mall Transmart, Kota Cilegon dituntut 9 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Iman juga dituntut membayar denda Rp275 juta subsider 6 bulan kurungan dan hak politiknya dicabut selama 5 tahun.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tubagus Iman Aryadi berupa pidana penjara selama sembilan tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp275 juta ,” kata JPU KPK, Helmy Syarif saat membacakan tuntutan Di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (2/5/2018).

JPU menyatakan, terdakwa Iman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama -sama dan berlanjut sebagaimana diatur dalam pasal 12 huruf a Undang-undang RI nomor 31 tahun 2009.

Dua terdakwa lainnya, Ahmad Dita Prawira selaku kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon dituntut 8 tahun penjara dengan denda Rp 225 juta. Kepada terdakwa Hendri, dalam pembacaan tuntutan, Direktur PT. Jayatama Pramayasa itu dituntut 5 tahun penjara dengan denda Rp  200 juta.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim yang dipimpin Epiyanto memutuskan bahwa sidang ditunda dua pekan dengan agenda pledoi dari para terdakwa.

kepada wartawan, Iman mengatakan, tuntutan JPU seolah meniadakan bukti-bukti persidangan. Semua keterangan saksi dalam proses persidangan diabaikan oleh JPU. Iman percaya bahwa hakim akan mempertimbangkan bukti-bukti persidangan yang menurutnya sangat terang benderang bahwa dirinya tidak bersalah.

“Kita lihat saja, semua bukti-bukti persidangan seolah diabaikan. Saya akan menyampaikan pembelaan pribadi dalam persidangan mendatang,” kata Iman usai sidang.

Kepada wartawan Iman kembali meyakinkan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang dituduhkan jaksa KPK kepadanya.

“Saya ingin katakan, demi Allah SWT saya tidak menerima suap apapun, dan tidak melakukan apa yang dituduhkan JPU. Saya yakin dan percaya majelis hakim akan mempertimbangkan bukti-bukti persidangan,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam dakwaan yang dibacakan JPU, Terdakwa Tb Imam Ariyadi, Ahmad Dita Prawira serta Hendri, pada Selasa 19 September 2017 dan Jumat 22 September 2017 dinyatakan telah menerima uang suap. Ketiganya dinyatakan menerima uang suap sebesar Rp. 1,5 miliar dari Eka Wandoro selaku Manager legal PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, Tubagus Dony sugihmukti, Direktur Utama KIEC dan Project Manager PT. Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here