CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengungkapkan jika saat ini polusi udara di Kota Cilegon semakin parah dan semakin tak terkontrol. Untuk itu, ia mendesak agar DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Cilegon untuk mencari cara mengatasi pencemaran udara.

Hal ini diungkapkan orang nomor satu di Cilegon ini pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Cilegon 2019 di halaman Kantor Walikota Cilegon, Selasa (29/7/2019).

Lebih jauh ia menerangkan, parahnya polusi udara di Cilegon bukan hanya bersumber dari pabrik dan industri. Namun polusi kian ironis disumbangsih oleh gas buang kendaraan. Oleh karena itu, Edi meminta OPD lain dan pihak yang terlibat bisa mengatasinya bersama-sama.

“Saya minta ke Pak Iing (Kadis LH Cilegon,red) cepat mengambil sikap terhadap kondisi buruknya kualitas udara saat ini. Seperti contoh, pembuangan limbah pabrik lewat udara dan juga polusi udara dari kendaraan roda dua dan empat. Untuk itu, DLH, Dishub (Dinas Perhubungan) dan Organda harus bekerjasama untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Edi kepada awak media usai kegiatan.

Soal peran pengawasan industri dalam mengatasi pencemaran udara, terang dia, masih dinilai kurang sekalipun sudah memberikan konstribusi 30 persen kepeduliannya kepada masyarakat. Selama ini, kata dia, masih ada industri seolah mengawasi ketika sedang dikontrol pemerintah.

“Jadi sistemnya begini kalau di industri, kalau dikontrol baru dia (industri) jalanin kalau enggak pasti seperti ini. Meskipun dia sudah ISO, predikat lingkungannya sudah baik, tetap kita pantau terus, karena mereka juga kan ingin efisiensi,” imbuhnya.

Edi menerangkan, jurus jitu mengatasi pencemaran udara masih dengan cara penghijauan. Oleh karenanya, pihaknya selaku kepala daerah meminta agar masyarakat mulai dari tingkat sekolah, kantor, RT (rukun tetangga) dan rukun warga (RW) turut berperan serta melakukan penghijauan kembali.

“Penghijauan penting dilakukan. Tak hanya ditingkat sekolah aja dilakukan penghijauan tapi dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan hingga lingkungam di kantor juga perlu dilakukan penghijauan,” ujar Mantan Plt Kepala Bappeda Cilegon

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup (LH) Cilegon, Ujang Iing membantah jika selama ini DLH Cilegon belum bersikap tegas terhadap pencemaran udara yang dihasilkan dari industri maupun perusahaan.

“Kami cukup tegas kepada industri yang melanggar aturan. Kami minta kepada mereka (perusahaan/industri) untuk menjaga stabilitas kondisi udara di Cilegon. Kita kan ada pengawas, ada PPLH yang selalu pantau. Kalau ada industri yang melanggar kita langsung sampaikan ke pimpinan, provinsi atau ke Kementrian untuk memberikan sanksi kepada industri yang melanggar,” pungkas Iing. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here