CILEGON, SSC – Niat Mazmur Marbun (21) untuk meliput pengoperasian Dermaga Premium di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon tak berujung hasil. Langkah dari salah satu wartawan di Banten ini harus terhenti di Terminal Terpadu Merak (TTM) karena diduga dianiaya Calo Bus.
Kejadian dugaan penganiayaan ini terjadi pada Rabu (18/12/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian berawal ketika korban berjalan kaki dari pintu keluar Pelabuhan Merak menuju Dermaga Premium melewati Terminal Terpadu Merak untuk meliput kedatangan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi. Tak jauh dari lokasi turun naik penumpang, seorang calo menghampiri korban. Calo itu sempat menawarkan jasa namun tak digubris korban. Sontak sikap korban yang mengindahkan jasa diduga memicu kemarahan calo itu. Seketika calo itu pun langsung membusurkan badannya kearah korban, menarik kerah baju korban dan menonjok pipi korban. Korban mencoba membela diri namun seketika itupun datang calo lain turut memukul diri korban.
“Karena saya nggak menyapa teguran calo itu, akhirnya dia langsung menarik kerah baju saya dan langsung nonjok pipi saya. Bukan hanya itu saja, teman dari si calon itu pun ikut memukuli saya,” ujarnya.
Kejadian itu pun kemudian dapat dihentikan setelah rekan korban yang saat itu berada bersama korban melerai aksi penganiayaan tersebut.
“Syukur ada teman saya yang memisahkan pertikaian ini. Kalau saya gak dipisahkan kemungkinan saya habis babak belur di habisin,” kata Mazmur seraya menceritakan kronologis kejadian.
Korban kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke pihak pengelola TTM untuk selanjutnya meminta bantuan mencari pelaku pengeroyokan tersebut.
“Perkiraan pelaku lebih 10 orang yang mengeroyok saya,” sambungnya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus penganiayaan tersebut langsung ditangani Polsek Pulomerak. Baik korban, rekan korban dan salah satu pelaku yang diketahui identitasnya bernama Teguh ini menjalani pemeriksaan penyidik. (Ully/Ronald/Red)

