Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda teramati dari pinggir pantai Pasauran, Kabupaten Serang pada April 2020 lalu. (Foto Dokumentasi Selatsunda.com)

SERANG, SSC – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di Perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung terus dipantau aktivitasnya. Dari kondisi terakhir yang terekam oleh Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kabupaten Serang pada Minggu (17/1/2021), aktivitas GAK mengalami gempa tremor terus menerus.

Kegempaan GAK terekam dengan amplitudo 1-7 mm (dominan 1 mm). Secara visual, gunung yang memiliki ketinggian 157 meter dibawah permukaan laut ini mengeluarkan asap putih dengan intensitas tipis dan ketinggian 25 sampai 50 meter diatas puncak kawah. Aktivitasnya teramati jelas dan tertutup kabut 0-III.

Kepala Pos Pengamatan GAK Pasauran Kabupaten Serang Deny Mardiono menyatakan, gempa tremor memang mengindikasikan adanya pergerakan magma mencapai ke permukaan gunung atau permukaan bumi. Diprediksi, kata Deny, jika GAK terdapat sumbatan yang kuat dan sewaktu-waktu lemah maka akan terjadi gempa letusan.

Baca juga  Video Geng Motor Acungkan Pedang di Jalanan Kota Serang Viral

“Sebelum gempa letusan itu ada, memang ada indikasi gempa-gempa (tremor) yang akan mengawalinya letusan. Untuk saat ini indikasi itu memang ada, hanya kita tidak tahu kapan akan meletusnya,” ungkapnya dikonfirmasi, Senin (18/1/2021).

Ia menyatakan, saat ini GAK berstatus level II atau waspada dan terbilang masih aman untuk daerah Anyer dan sekitarnya. Akan tetapi, pihaknya mengimbau agar masyarakat nelayan maupun wisatawan untuk tidak mendekat dalam radius 2 Kilometer.

“Dikatakan aman, memang aman untuk di sekitar Anyer sekitarnya. Tapi kalau di Gunungnya, sebenarnya tidak aman,” tuturnya.

Sejauh informasi yang diterima pihaknya, kata dia, memang masih ada ditemukan wisatawan yang memaksa untuk mendaki GAK. Meskipun izin untuk mendaki GAK tidak mudah diperoleh. Karena harus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti BKSDA, Dinas Pariwisata Provinsi Banten, PHRI dan Polairud Polda Banten.

Baca juga  Kala Pengantin Bahagia Menikah Pakai Mobil Dinas Walikota Cilegon

“Pada dasarnya untuk mendapatkan izin melakukan pendakian di GAK itu tidak mudah, lantaran ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya harus mendapatkan izin dari BKSDA. Kalau pun mendapatkan izin, itu hanya berlaku untuk penelitian. Bukan untuk berwisata dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Ronald/Red)