SERANG, SSC – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memperpanjanh belajar dalam jaringan (daring) hingga 15 Agustus 2020. Kebijakan diambil karena Kota Serang masih berada di Zona Kuning.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan dalam panduan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, tentang pembelajaran selama pandemi virus corona (covid-19), wilayah yang statusnya sudah zona hijau diizinkan melangsungkan pembelajaran tatap muka.

“Kota Serang statusnya masih zona kuning, tentu kami (Dindikbud) belum berani menerapkan tatap muka” terang Wasis Dewanto di Kantornya, Senin, (3/8/2020).

Lebih lanjut, Wasis mengatakan Standar Oprasional Prosedur (SOP) pembelajaran tatap muka sudah disiapkan pihaknya. Sehingga jika sampai tanggal 15 Agustus status Kota Serang sudah berubah menjadi hijau, Dindikbud akan mengikuti SKB 4 Menteri dengan persyaratan yang ketat.

Baca juga  Dindikbud Kota Serang Alokasikan Puluhan Miliar Benahi Sarana dan Prasana di 100 Sekolah

“Harus izin kepada ketua gugus tugas (Walikota), Sekolah harus siap menyediakan fasilitas pencegahan covid-19, kesiapan para guru juga, terkahir izin orang tua” tambahnya.

Wasis juga menyebutkan peralihan status wilayah menjadi hijau tidak bisa langsung membuka semua tingkatan sekolah. Harus ada rentang waktu yang berbeda.

“Pembukaan sekolah juga nggak bisa langsung semua tingkatan sekolah di buka secara bersamaan. Ada transisi. Diawali dengan SMP dua bulan, lalu SD dua bulan berikutnya, terakhir TK/Paud dua bulan berikutnya” Tambahnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin mengatakan saat ini Pemkot Serang masih membahas baiknya sekolah tatap muka.

“Sedang digali manfaat dan mudorotnya. Karena wali kelas juga kewalahan dan tidak semua wali murid punya android, itu yang kami pikirkan juga” ucap Subadri

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Lanjut Subadri, kalaupun nanti sekolah akan melangsungkan pembelajaran tatap muka, maka harus memperhatikan protokoler kesehatan.

“Paling protokol kesehatan nya yang harus dijalani, artinya dengan teknis seperti apakah, mungkin separuh siang dan sisanya sore” pungkasnya. (SSC-03/Red)