RSUD Cilegon ditunjuk jadi tempat isolasi mandiri pasien covid-19. Foto : istimewa

CILEGON, SSC – Pengadaan Ambulance Gawat Darurat senilai Rp 2,33 Miliar yang diusulkan RSUD Cilegon kandas ditenderkan. Lelang pengadaan ambulance yang bersumber dari APBD 2021 ini dua kali gagal lelang. Bahkan saat dilakukan tender cepat oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cilegon, pengadaan tidak dapat terealisasi.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cilegon, Mariano mengatakan, lelang pertama pengadaan ambulance gagal karena peserta tidak memenuhi syarat. Begitu juga lelang kali kedua. Ia menyatakan, saat dilakukan tender cepat juga mengalami hal yang sama.

“Itu lelang pertama gagal. Kemudian dilelang lagi, gagal. Karena tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan. Kemudian tender cepat, sama juga,” ujarnya dikonfirmasi, Kamis (2/9/2021).

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

Mariano mengungkapkan, pihaknya setelah lelang pengadaan ambulance gagal mengembalikan usulan kepada RSUD. Sesuai aturan, bilamana pengadaan barang tersebut gagal lelang kemudian begitu dibutuhkan maka RSUD bisa mengusulkan untuk dilakukan penunjukan langsung (PL).

“Setelah tender cepat gagal kita usulkan lagi ke OPD. Kalau OPD melihat kebutuhan barang itu dibutuhkan, maka OPD menetapkan, memohon ke kita untuk proses penunjukan langsung. Sebelum PL itu ada kajian, ada justifikasi teknis. Itu disampaikan kepada kami,” terangnya.

Informasinya, RSUD sebelum penunjukan langsung telah mengundang 2 peserta yang direkomendasikan untuk terlebih dahulu menggelar ekspos. Dari dua peserta perusahaan yang diundang, hanya satu perusahaan yang hadir dan telah ditunjuk memenuhi kualifikasi.

“Sudah ditetapkan oleh RSUD. Waktu itu, saat ekspos ke PPK yang hadir cuman 1 peserta. Kemudian mereka (RSUD) ambil kesimpulan, (perusahaan) sanggup (pengadaan yang diajukan) dan ditunjuk. Di sistem kami, nama perusahaannya, PT Cahaya Kurnia Mandiri, beralamat di Tangerang,” tuturnya.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

Sementara, Plt Direktur RSUD Cilegon, Ujang Iing tidak menampik pengadaan ambulance melalui mekanisme penunjukan langsung setelah lelang gagal.

“Sudah penunjukan langsung, belum lama ditunjuk. Nama perusahaannya saya lupa,” tuturnya.

Saat ditanya apa saja fasiltas dari ambulance sebesar Rp 2,33 miliar itu, Iing tak ingat detailnya. Iing yang juga Staf ahli Walikota ini hanya menyebut mobil ambulance bermerek Toyota dengan jenis HiAce terbaru.

“Lupa apa-apa saja (fasilitas ambulance). Itu Toyota Hiace terbaru,” pungkasnya. (Ronald/Red)