Ketua Satgas Layanan Halal Provinsi Banten Nasrul Latif dalam memberikan kata sambutanya pada acara kegiatan Bintek Sehati (Sertifikat Halal Gratis) yang digelar di Basesment di Graha Sucovindo,” Kamis (28/10/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sebanyak 47 produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenggah) Kota Cilegon diajukan Pemkot Cilegon untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).

Kepala Disperindag Kota Cilegon Syafrudin mengatakan, saat ini ada sebanyak 1.000 produk UMKM di Cilegon yang belum bersertifikat halal. Dengan adanya program dari Kemenag RI, pihaknya mengajukan 47 produk UMKM dapat bersertifikat halal.

“Kami dorong 47 UMKM mengantongi sertifikat halal. Meskipun kami dorong 47 ini ke pusat, tetapi yang menentukan mereka (UMKM) ini layak atau tidaknya ada di pemerintah pusat,” kata Syafudin ditemui pada kegiatan Bintek Sehati (Sertifikat Halal Gratis) yang digelar di Basesment di Graha Sucofindo, Kamis (28/10/2021).

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Mantan Staf Ahli Walikota ini menjelaskan, pengajuan tersebut adalah upaya serius pihaknya membantu UMKM yang mengalami kesulitan di masa pandemi yang masih berlangsung. Oleh karenanya, pengajuan akan dilakukan berkelanjutan hingga 2022 mendatang.

“Meskipun tahun ini hanya 47 UMKM, sisanya kami akan lakukan kembali di 2022. Dengan sertifikat halal ini, produk UMKM kita (Cilegon) akan mampu bersaing dengan produk luar,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Satgas Layanan Halal Provinsi Banten Nasrul Latif menjelaskan, untuk 2021, pemerintah pusat memberikan jatah ke UMKM seluruh Indonesia sebanyak 3.200.

“Jadi di setiap provinsi tidak ada pembagian kuotanya. Dan itulah tantangan yang harus dilakukan oleh UMKM untuk bisa bersaing dengan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Butuh peran dari pembimbing dan Disperindag Cilegon juga sehingga pelaku UMKM tersebut bersertifikat,” jelas Nasrul. (Ully/Red)