20.1 C
New York
Selasa, Mei 12, 2026
BerandaPeristiwa52 Warga Merak Meninggal Akibat HIV/AIDS

52 Warga Merak Meninggal Akibat HIV/AIDS

-

CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat sebanyak 52 warga Pulomerak meninggal dunia karena menderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) meninggal dunia sejak 2005 hingga Agustus 2022.

Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Cilegon Febrinaldo mengatakan sejak 2005 hingga Agustus 2022, total penderita HIV sebanyak 103 orang dan AIDS sebanyak 74 orang.

Untuk Kecamatan Jombang sebanyak 97 orang penderita HIV dan 56 orang penderita AIDS dan yang meninggal sebanyak 36 orang . Kecamatan Citangkil penderita HIV sebanyak 66 orang, penderita AIDS sebanyak 49 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 32 orang.

Selanjutnya, Kecamatan Purwakarta sebanyak 64 orang penderita HIV dan 31 penderita AIDS dan meninggal dunia sebanyak 24 orang. Kecamatan Cilegon sebanyak  45 orang penderita HIV, 40 orang penderita AIDS dan 24 orang meninggal dunia. Kecamatan Grogol sebanyak 38 orang penderiga HIV, 36 orang penderita AIDS dan 24 orang meninggal dunia.

Kecamatan Cibeber sebanyak 41 orang penderita HIV, 25 orang penderita AIDS dan 11 orang meninggal dunia dan Kecamatan Ciwandan sebanyak 26 orang penderita HIV dan 22 orang penderita AIDS dan 12 orang meninggal dunia.

“HIV dan AIDS tidak bisa disembuhkan. Penderita penyakit HIV dan AIDS di dominasi usia 25 hingga 49 tahun,” kata Febrinaldo kepada Selatsunda.com melalui pesan singkat whatshapnya,” Kamis (1/12/2022).

Febri menambahkan, penyebaran penyakit HIV/AIDS itu ditularkan melalui pergaulan seks bebas, penggunaan jarum suntik bekas narkoba, transfusi darah dari penderita positif, serta melalui air susu ibu.

“Mayoritas penyebab terjadinya penularan HIV dan AIDS berawal dari gonta ganti pasangan dan pengguna narkoba suntik,” tambah Febri.

Menurutnya, selama ini penyebaran virus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es. Sehingga perlu adanya tindakan pencegahan dan penanggulangan dari masyarakat.

Sebab banyak juga kasus penderita yang tidak terdeteksi oleh tim medis karena mereka tak dilakukan pemeriksaan. Sedangkan yang diketahui menderita HIV/AIDS setelah dilakukan pemeriksaan tim medis.

Dia berharap, bagi pelajar agar berhati-hati dalam pergaulan, agar jangan sampai terlibat kasus narkoba dan pergaulan bebas.

“Kami terus mengoptimalkan sosialisasi dan kampanye baik di sekolah maupun masyarakat untuk menanggulangi penyebaran virus mematikan itu,” harap Febri.

Ia mengimbau agae masyarakat perlu melakukan pencegahan dini mulai dari keluarga hingga pergaulan.

“Saya minta orangtua agar mengawasi anak-anaknya dari pergaulan bebas seks,” imbaunya. (Ully/red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2