CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta berkomitmen untuk menjadikan Kota Cilegon sebagai kota hijau. Mengigat, kondisi Cilegon saat ini cukup panas yang disebabkan oleh polusi udara yang ditimbulkan oleh industri.
“Polusi udara di Cilegon cukup tinggi. Karena itu, kita butuh kerjasama yang keras dari masyarakat agar pertanian bangkit. Semua lahan-lahan sempit atau tanah-tanah kosong wajib ditanam tanaman hijau,” kata Sanuji kepada Selatsunda.com usai kegiatan Panen perdana kegiatan P2L di KWT (Kelompok Wanita Tani) Sedap Malam, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol, Rabu (6/10/2021).
Kata Sanuji, salah satu contoh kecil agar Cilegon menjadi kota hijau, dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai macam sayuran. Dengan modal minim, mampu menyulap pekarangan menjadi hijau dengan tanaman sayuran.
Kemudian, lahan kosong Pemkot juga bisa dihijaukan. Ia meminta agar lurah dan camat di Cilegon bisa berinovatif memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan hijau.
“Semua lingkungan rumah harus hijau. Walaupun Cilegon kota kecil tapi pertaniannya harus berkembang pesat. Manfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong yang ada. Pak lurah dan Pak Camat harus buat kerjasama saling menguntungkan. Tanah-tanah kosong harus ditanami. Pak lurah dan camat segera obrolin lahan-lahan kosong agar bisa dikerjakan oleh para KWT (Kelompok Wanita Tani),” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Eva Sarifah mengaku mendukung keinginan wakil walikota untuk mewujudkan Cilegon menjadi kota hijau. Akan tetapi, butuh niat dari para masyarakat dalam mewujudkan hal tersebut.
“Yang terpenting keinginan masyarakat dulu dalam menjadikan kota hijau tersebut,” pungkas Eva. (Ully/Red)

