CILEGON, SSC – Pengumpulan dana patungan dari para industri untuk perbaikan JLS (Jalan Lingkar Selatan) yang sebelumnya sempat ambrol, tampaknya tak sesuai ekspektasi Pemerintah Kota Cilegon. Dana industri yang tadinya diharapkan dapat disumbangkan sekitar Rp 2,5 miliar itu cuman terkumpul sekitar Rp 1 miliar.

“Dana yang terkumpul baru Rp1 miliar dari target Rp 2,5 miliar. Ya kuranglah uang segitu,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi kepada sejumlah wartawan usai kegiatan pemberian bantuan kadeudeuh ASN di ruang rapat Setda II Kota Cilegon, Selasa (10/7/2018).

Edi menyatakan, Pemkot Cilegon akan memanggil para industri untuk membahas tindaklanjut perbaikan JLS tersebut. Bahkan, dalam rapat nanti, Ia akan mendesak agar perbaikan JLS dapat segera dituntaskan.

“Besok saya mau rapat dengan mereka (para industri). Kita akan total apakah dari dana yang sudah terkumpul Rp1 miliar ini bisa membayar tukang dan membeli keperluan lain? Uang kan udah terkumpul jadi jangan lama-lama lah. Hari Senin (16/7/2018) pekerjaan sudah bisa dilakukan,” tambah Edi.

Diakui Edi, bantuan yang diberikan bukan hanya bentuk tunai namun juga berupa barang material. Untuk memastikan itu, pemkot akan mengkalkulasi seluruh bantuan yang terkumpul pada rapat nanti.

“Katanya PT Krakatau Steel dan Asosiasi truk mau kasih barang. Kalau kebanyakan yang memberikan barang, dalam rapat nanti, juga akan kita (Pemkot) hitung juga berapa total bantuan dalam bentuk barang itu,” ujar Mantan Kepala Bappeda Kota Cilegon.

Sementara, Koordinator Industri Untuk Perbaikan JLS Malim Hander Jhoni mengaku, dirinya masih menunggu pihak PT KS menindaklanjuti perbaikan JLS.

“Kita tinggal menunggu aja dari pihak KS yang rencana akan memberikan bantuannya. Semua bantuan sudah dipersiapkan. Baik peralatan, pasir. Insya Allah dari pihak Asosiasi transportasi juga mau mengocover perbaikan JLS itu,” jelas Jhoni.

Sekalipun telah dapat dilalui, kata Jhoni, dikhawatirkan jalan itu dapat kembali ambrol. Karena sampai saat ini kondisi perbaikan JLS belum seluruhnya rampung.

“Kami takut aja pasca lebaran kan JLS udah dibuka bahkan uda bisa dilalui oleh truk-truk besar. Dikhawatirkan akan ambrol lagi,” ujarnya.(Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here