CILEGON,  SSC – Banjir yang merendam Proyek Pembangunan PLTU Unit 9 dan 10, Kelurahan Suralaya,  Kecamatan Pulomerak,  Cilegon,  berangsur surut. Aktivitas masyarakat melewati akses jalan utama dari Pulomerak ke Bojonegara atau sebaliknya,  yang sebelumnya terendam,  kini sudah kembali normal.

Diketahui,  banjir air hujan melanda hampir seluruh wilayah Kota Cilegon dan merendam akses jalan dan pemukiman warga.

Humas Manajer PLTU Suralaya, Hamim mengatakan,  banjir yang merendam akses jalan sudah surut.  Aktivitas sudah kembali berjalan normal.

“Saat ini (banjir,red) sudah surut.  Tadi pagi sudah langsung surut,” ungkapnya,  Rabu (25/04/2018).

Hamim menyatakan,  permasalahan banjir itu terjadi karena terdapat sejumlah saluran irigasi yang mengarah ke laut tertutup.  Debit air hujan yang tinggi disertai lumpur dari material proyek tidak mampu ditampung dengan saluran yang tersedia sehingga meluap.

“Saluran yang terbaru, yang ada tepatnya di samping Polair. Ada kemungkinan debit air tinggi,  air membawa tanah di sekitarnya.  Kemungkinan tertutup,  iya.  Karena membawa material,” ujarnya.

Saat ini,  sambung Hamim,  saluran itu sudah ditangani. Dua saluran irigasi yang ada di samping Mako Polair dan Indomaret sudah diurug dengan alat berat.

“Sekarang sudah tertangani. Semua sudah clear.  Alat berat juga ada di sana,  terutama titik-titik di saluran baru dan saluran lama yang ada di samping Indomaret, sudah diurug,” paparnya.

Atas nama manajemen PLTU Suralaya,  kata Hamim, pihaknya meminta maaf jika banjir di mega proyek nasional itu telah mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.  Sekalipun banjir,  Pihaknya berharap agar pembangunan PLTU dapat didukung semua pihak khususnya masyarakat Cilegon.

“Saat ini aktivitas PLTU sudah berjalan normal. Kami dari manajemen tidak ingin Project ini mengganggu masyarakat sekitar. Tetapi kebalikannya,  bagaimana reward itu ke masyarakat sekitar juga,” tutupnya (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here