CILEGON, SSC – Pengolahan limbah minyak goreng atau minyak jelantah yang baru saja diluncurkan Chandra Asri Group di Kota Cilegon lewat program MINYAKU mencatatkan pencapaian pengumpulan yang signifikan. Sejak program itu diluncurkan pada Februari 2025 hingga saat ini, pengumpulan minyak jelantah telah mencapai total 7,6 ton.
Diketahui minyak jelantah yang terkumpul disalurkan melalui mitra pengelola IPST Asari, industri daur ulang terpadu binaan Chandra Asri Group yang saat ini memiliki gudang penyimpanan minyak jelantah berkapasitas 14 ton.
Fasilitas ini dikelola bersama oleh Chandra Asri Group dan TUKR, perusahaan mitra pengolahan jelantah, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan jelantah yang terintegrasi dan memastikan limbah yang dikumpulkan dapat diolah secara aman menjadi produk bernilai guna.
Program MINYAKU di Cilegon menyasar rumah tangga, serta pelaku bisnis dan jangkauannya akan terus dikembangkan. Program ini menitikberatkan pada penguatan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan di masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari pengolahan limbah rumah tangga.
Dalam rangka memperluas jangkauan program MINYAKU, Chandra Asri Group turut menggandeng kalangan media lokal melalui kompetisi pengumpulan jelantah yang diikuti oleh para jurnalis dari berbagai media massa di Cilegon.
Dari program ini, jurnalis yang berpartisipasi dalam kompetisi ini berhasil mengumpulkan 2,9 ton minyak jelantah.
Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menjelaskan, pihaknya berupaya merangkul elemen masyarakat melalui ragam inisiatif dan komunikasi yang melibatkan para mitra, khususnya dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan.
Chrysanthi menyatakan, program MINYAKU menjadi wujud nyata pelibatan masyarakat, terutama media lokal yang selama dua bulan ini telah menunjukkan antusiasme dan kontribusi nyata di wilayah Cilegon. Semangat ini tercermin dari jumlah jelantah terkumpul selama dua bulan di wilayah Cilegon.
“Kami berharap, melalui pelibatan berbagai kalangan termasuk rekan-rekan media, dapat mengajak serta berbagai pihak untuk turut dalam kegiatan positif ini.” ungkap Chrysanthi, Jumat (13/6/2025).
Sementara, Head of Brand & Partnership TUKR, Adhi Putra Tawakal mengapresiasi seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam program ini. Mulai dari rumah tangga, UMKM, hingga jurnalis.
Menurut Adhi, minyak jelantah adalah limbah yang memiliki nilai tinggi jika dikelola secara tepat. Karena itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk terus melanjutkan kebiasaan positif ini. Selain memberikan manfaat ekonomi, pengumpulan dan pengolahan jelantah juga berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan melindungi kelestarian lingkungan.
“Menjadikan pengelolaan jelantah sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari merupakan langkah sederhana dengan dampak besar bagi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.” tutup Adhi. (Ronald/Red)

