Ketua Umum II MUI Pandeglang, Zamzami Yusuf diwawancara awak media usai menghadiri pelantikan pengurus FKUB Pandeglang periode 2017-2022 di Oproom Setda, Senin (6/8/2018). Foto Abdul Azis/Selatsunda.com

PANDEGLANG, SSC – Imunisasi Measles Rubella (MR) ternyata menimbulkan beberapa polemik.  Pasalnya Imunisasi tersebut belum mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI Pandeglang yang mengetahui itu, meminta Dinas Kesehatan Pandeglang untuk menunda pemberian vaksin tersebut. Karena MUI Pusat belum mengeluarkan fatwa mengenai halal dan tidaknya imunisasi MR.

“Kami rekomendasi untuk ditunda. Penundaan itu dilakukan sampai MUI pusat pengeluarkan fatwa,” kata Ketua Umum II MUI Pandeglang, Zamzami Yusuf usai menghadiri pelantikan pengurus FKUB Pandeglang periode 2017-2022 di Oproom Setda, Senin (6/8/2018).

Zamzani menjelaskan, penundaan itu dilakukan sambil menunggu hasil keputusan MUI Pusat. Oleh karena itu Dinkes diminta untuk menahan pemberian vaksin campak itu terlebih dahulu.

“Namun secara sah kelembagaan baru akan dibahas dalam waktu dekat,” sebut pria yang juga membidangi Komisi Fatwa MUI Pandeglang itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pandeglang, Kodiat Juarsa tidak berkomentar banyak. Dirinya hanya menuturkan, sejauh ini pihaknya masih menunggu keputusan dari jajaran pusat.

“Kalau terkait halal atau haram, kami menunggu keputusan resmi dari Kemenkes, jadi tidak bisa lebih jauh kasih penjelasan,” terangnya.

Sejak vaksin asal India itu berpolemik karena belum bersertifikat halal, kata Kodiat,  vaksin itu dihentikan untuk diberikan kepada siswa sekolah. Hingga saat ini, Dinkes masih menunggu instruksi dari provinsi maupun pusat.

“Aktivitas vaksin sampai saat ini memang belum berlangsung lagi. Karena itu kan gerakan serentak nasional. Jadi pemberiannya menunggu instruksi dari Kemenkes,” katanya singkat. (Azis/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here