Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi bersama Jajaran Pemkot berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perlabuhan Cilegon Mandiri di Hotel Grand Mangku Putera Cilegon, Jumat (27/7/2018). Foto Ronald Siagian/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Cilegon melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) dengan PT Bosowa Bandar Indonesia (PT BBI) yang berencana untuk bekerjasama membangun Pelabuhan Warnasari belum lama ini telah diperpanjang. Belakangan, perusahaan swasta dari Bosowa Group itu diketahui akan menggandeng perusahaan dari Negeri Tirai Bambu.

Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, rencana kerjasama dengan Bosowa membangun Pelabuhan Warnasari masih tetap berjalan. Hanya saja, kata Edi, Bosowa akan melibatkan perusahaan asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk turut berinvestasi membangun pelabuhan.

“Memang dia (Bosowa) masih mau dengan kita, tapi kemudian Bosowa katanya mau menggandeng perusahaan lain dari China. Silakan saja,” ungkap Edi usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PCM di Hotel Grand Mangku Putra, Cilegon, Jumat (27/7/2018).

Edi tidak mengetahui alasan mengapa Bosowa melibatkan perusahaan asing dalam kerjasama Pelabuhan Warnasari dengan Pemkot. Namun prinsipnya upaya yang dilakukan Bosowa diharapkan tidak menggangu kerjasama dengan PCM seperti yang direncanakan.

“Itu memang urusan intern Bosowa. Apakah Bosowa-nya kurang mampu atau bagaimana, atau supaya agak enteng atau bagaimana, saya tidak tahu.Yang penting tidak menganggu kerjasama antara Bosowa dengan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT PCM, Ratu Ati Marliati mengatakan, baik Pemkot maupun PCM menilai secara positif terkait rencana Bosowa mengajak Perusahaan asing untuk berinvestasi membangun Pelabuhan Warnasari. Yang terpenting rencana kerjasama dengan PCM tetap berjalan.

“Kalau Bosowa akan mengandeng kemitraan itu, kita secara etika kan ngga mungkin mempertanyakan anggaran mereka itu. Tapi kalau menurut Ibu, itu mungkin dia (BBI) punya bisnis di grup, itu (perusahaan asing) bisa diajak kerjasama. Kalau kita menilainya sisi positifnya lah, tidak sampai mengganggu perjalanan (kerjasama) dengan PCM,” terangnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here