Bacalon Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati saat penyerahan SK Rekomendasi Nasdem kepada dirinya Kantor DPW NasDem Banten, Sabtu (6/6/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati telah mendapat surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem untuk maju menjadi Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Cilegon.

SK rekomendasi penetapan diserahkan langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Banten Edi Ariadi dan Sekretaris DPW Partai NasDem Banten, Aris Halawani di Kantor DPW Partai NasDem Banten di Kota Serang, Sabtu (6/6/2020).

Dalam Rekomendasi, Ati Marliati
ditugaskan untuk mencari bacalon wakil walikota yang mendampingnya. Parpol besutan Surya Paloh ini juga meminta Ati dan Ketua DPW NasDem Banten melobi partai politik lain untuk menggalang koalisi.

Mengenai itu, Ketua DPW NasDem Banten, Edi Ariadi mengaku, penentuan bacalon pendamping yang diminta partai diserahkan kepada Ati Marliati. Meski ia pun diminta membantu untuk mencarikan calon pendamping.

Edi ketika disinggung apakah Ati layak didampingi sosok berlatar belakang seorang birokrat atau politisi mengaku, dua pilihan itu baik menurutnya. Yang terpenting bacalon wakil walikota bisa bekerja sama dengan Ati. Seperti dirinya yang juga pernah bekerjasama dengan adik bacalon yakni Mantan Walikota Cilegon, Iman Ariadi pada periode sebelumnya.

“Yang bagus? dua-duanya (birokrat atau politisi) bagus. Yang penting bisa kerjasama dengan walikotanya. Seperti saya denga pak Iman. Walaupun saya dari birokrat, pak iman dari politik, tetapi kan tetap bisa kerjaasama,” ujarnya.

Edi juga Walikota Cilegon tidak keberatan jika bacalon wakil walikota yang mendampingi Ati datang dari kalangan birokrat ataupun politisi. Nasdem tetap mendukung calon pendamping yang dipilih Ati.

“Birokrat boleh, dari parpol boleh. Silakan. Yang penting NasDem harus mendukung pilihan dari calon walikota,” ungkapnya.

Sementara, Bacalon Walikota Ati Marliati mengaku berterima kasih atas dukungan yang diberikan NasDem kepadanya maju bacalon kepala daerah di Pilkada Cilegon 2021.

Menurutnya, dengan Golkar 10 kursi dan Nasdem 3 kursi dan juga kedua parpol sudah lama menjalin koalisi di dua periode kepemimpinan baik sebelumnya dan saat ini diharapkan dapat kembali melanjutkan pembangunan di periode berikutnya.

Memang, kata Ati, tugas membangun CilegonĀ  bukan tugas satu partai saja tetapi harus dilakukan bersama koalisi dengan parpol lain.

Kaitan itu, ia kembali menjelaskan, meski Golkar di pilkada ini dengan tiket 10 kursi bisa mengusungnya menjadi bacalon kada namun itu bukan faktor yang dipertimbangkan. Yang terpenting Golkar harus berkoalisi agar pembangunan Cilegon bisa dilanjutkan lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan berkoalisi dengan parpol yang lebih banyak, ini akan memudahkan kita untuk bekerja lebih baik lagi,” terangnya.

Soal siapa calon pendamping, Ati belum mau mengungkitnya meski sudah banyak beredar nama-nama. Lobi-lobi masih terus dilakukan Golkar. Begitu juga lobi parpol baik dengan Gerindra dan parpol lain untuk berkoalisi masih dinamis.

Disinggung siapa yang pantas mendampinginya apakah politisi atau birokrat, Mantan Kadis Pendidikan dan Kepala Bappeda ini mengaku, kemungkinan bisa datang dari kedua kalangan tersebut. Tetapi baginya dan atas saran dari Ketua DPW NasDem Banten, siapa pun bisa menjadi pendampingnya.

Tinggal pada waktunya nanti akan menentukan 1 dari beberapa nama yang dikerucutkan dan menjadi pendampingnya yang terbaik.

“Bisa saja (politisi) dari (partai) politik, birokrat. Buat ibu, yang disarankan pak Edi, siapapun bisa. Mau dari pengusaha, birokrat, tinggal nanti kalau sudah mengerucut itu lah yang mungkin terpilih yang baik. Tentunya kita ambil satu, terbaik dari yang baik,” ucapnya seraya menambahkan kriteria pendamping yakni sosok yang paham tentang birokrasi, tidak kaku bekerja dan memiliki karisma di masyarakat. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here