Pelaku Usaha Kecil Menengah yang sedang berjualan di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Sabtu (6/6/2020). Foto Ajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) UKM Kota Serang nampaknya hati-hati menyalurkan bantuan modal untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) yang terdampak Covid-19. Hal itu dilakukan agar penyaluran bantuan modal tidak salah sasaran.

Kepala Disperindagkop UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono mengatakan, seluruh pelaku baik IKM dan UMKM sesungguhnya ingin mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. Namun pihaknya dalam menyalurkan bantuan tetap memegang prinsip kehati-hatian. Agar bantuan tunai stimulus modal usaha senilai Rp 500 ribu setiap pelaku usaha ini tepat sasaran,  data calon penerima harus terlebih dahulu di validasi.

“Kendalanya kan di lapangan ini kalau kita tidak hati-hati. Kalau orang menerima bantuan kan semua pengen. Jadi harus hati-hati, benar tidak orang tersebut pelaku usaha yang terdampak Covid-19,” ujarnya dikonfirmasi Selatsunda.com, Sabtu (6/6/2020).

Sampai saat ini, jumlah IKM di Kota Serang sebanyak 3.714 pelaku usaha. Sedangkan
UMKM sebanyak 10.524 pelaku usaha.
Jumlah data tersebut kata dia, saat ini masih dalam proses validasi. Dalam waktu dekat sudah bisa dirampungkan.

“Seminggu lagi selesai. Sudah 70 persen lah sampai kemarin kita evaluasi. Seminggu lagi kita selesai,” ungkapnya.

Ia menyatakan, meski nantinya data penerima telah rampung divalidasi namun tidak serta merta langsung disalurkan. Karena masih ada satu prosedur yang harus ditempuh Disperindagkop UKM sebelum bantuan disalurkan.

“Kan harus di proses dulu. Yang menerima kan harus di SK kan dengan pak walikota, setelah itu baru,” tungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here