Kondisi rumah warga Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang rusak dihantam angin puting beliung, Jumat (2/10/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

PANDEGLANG, SSC – Musibah angin puting beliung yang menerjang di Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang meninggalkan cerita pilu. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (1/10/2020) lalu ini membuat warga panik, berlarian dan histeris.

“Awalnya ada angin puting beliung. Kejadian jam 14.00 WIB. Kejadian hanya berlangsung 2 menit. Itu masyarakat ngungsi ke sawah. Pada ngungsi, pada nangis-nangis,” ujar Kepala Desa Pasirloa, Imron Rosadi menceritakan kejadian saat ditemui di lokasi, Jumat (2/10/2020).

Ia menceritakan, meski tidak ada korban jiwa namun warga saat puting beliung terjadi begitu panik. Dari warga yang berlarian, ada yang mengalami luka ringan terkena paku dari material bangunan yang roboh.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Cuman satu (warga) doang, tapi tidak parah. Luka ringan. Kena paku saja, luka ringan. Dia lari, kena paku bangunan material,” bebernya.

Tidak lama pasca kejadian, kata dia, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pandeglang datang ke lokasi memberi pertolongan. Sedikitnya tercatat rumah dari 76 Kepala Keluarga terdampak pada peristiwa tersebut.

“Yang terkena jumlahnya 76 KK. Bantuan sudaj datang, dari provinsi ada 50 (paket sembako), dari Kabupaten (Pandeglang), 80,” tuturnya.

Sementara, Kasi Dankelog BPBD Kabupaten Pandeglang, Emil Salim menyatakan, pasca kejadian tercatat 25 orang warga mengungsi ke Balai Desa Pasirloa untuk berlindung sementara. Tidak lama setelahnya saat malam kejadian, warga berangsur kembali kerumah masing-masing.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Pas kejadian kemarin, warga ketakutan. Mereka mengungsi sementara, bukan dievakuasi. Mereka ke Balai Desa Pasirloa. Ada sekitar 25 orang saja. Malamnya jam 20.00 WIB itu sudah kembali ke rumah masing masing,” ungkapnya.

Peristiwa angin puting beliung tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian akibat musibah tersebut ditaksir hingga Rp 300 juta. Ia mengimbau agar warga tetap waspada dan tetap berhati-hati.

“Rusak berat ada 6, ada 1 yang rusak berat kosong, rusak sedang 4 dan rusak ringan ada 66. Total 76 rumah. Korban jiwa tidak ada, cuma satu luka ringan di kaki dan kepala,” pungkasnya. (Ronald/Red)