KPU Cilegon bersama seluruh Partai politik dan unsur Forkompinda dalam kegiatan Deklarasi Pemilu Damai di Aula DPRD Kota Cilegon,” Minggu (16/9/2018). Foto Ist

CILEGON, SSC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon menghimbau agar seluruh partai politik di Cilegon dapat berkomitmen menjaga kondusifitas dalam berkampanye pada pileg dan pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi dalam kegiatan deklarasi pemilu damai yang diikuti 11 partai politik saat digelar di Aula DPRD Kota Cilegon, Minggu (16/9/2019) dengan tema Indonesia anti hoax, politik anti SARA, dan anti money politic.

“Ini harus dibangun bersama, agar 2019, Pemilu berdaulat dan tujuannya menjadi Negara kuat. Mudah-mudahan, kegiatan semacam ini bisa memberi dampak positif kepada masyarakat di Kota Cilegon,” kata Irfan yang pada kegiatan itu turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman Umar, Pihak Bawaslu Cilegon, Polres Cilegon, Kodim 0623 Cilegon dan institusi lainnya.

Selain itu, lanjut Irfan, KPU juga meminta agar aturan berkampanye sebagaimana yang dihelat dari 23 september hingga 13 april 2019, dapat dipatuhi seluruh parpol. Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) serta atribut partai seperti larangan pemasangan di tempat ibadah, sekolah maupun sarana pemerintah harus ditaati. Begitu juga saat melakukan tatap muka dengan masyarakat, parpol diminta untuk menjaga kondusifitas.

“Kita (KPU,red) meminta saat penyebaran APK maupun tatap muka kepada masyarakat, semua partai harus bisa mematuhi aturan pemilu ini. Dan mudah-mudahkan ini bisa menjadi perhatian semua pihak,” lanjut Irfan.

Seluruh aturan pemilu yang disampaikan, papar Irfan, mengacu pada aturan PKPU dan Undang-undang nomor 7 tahun 2017. Bilamana parpol melanggar maka akan dikenakan sanksi baik administrasi hingga sanksi tegas tindak pidana.

“Apabila suatu partai ini melakukan isu SARA, kampanye hitam, dan money politik itu sudah masuk kedalam katagori hukum pidana sedangkan bila masalahnya hanya persoalan pemasangan APK itu hanya masalah di administrasi saja dan harus disampaikan oleh partai,” sambung Irfan.

Sementara itu, Sekjen DPD II Partai Golkar Cilegon, Sutisna Abas mengaku, partainya siap untuk menyelenggarakn pemilu damai. Ajang pemilu ini, kata dia, harus dijalankan parpol dengan menyejukan.

“Oh tentulah harus diikuti. Mau tidak mau semua partai harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU. Kampanye damai itu artinya sangat luas. Seperti tidak saling mencela, mengejek, menghujat. Tapi, tunjukan parpol tersebut, bisa menunjukan programnya kepada masyarakat tersebut,” ucap Sutisna.

Ia berharap, kontentasi politik baik pileg dan pilpres dapat dilaksanakan dengan baik tanpa menjelekkan partai satu dengan partai yang lain. Dengan begitu, pemilu dapat berjalan sukses sebagaimana harapan seluruh parpol dan masyarakat.

“Saya kira semua partai punya niatan yang sama dalam memperoleh memperoleh kursi sebanyak-banyaknya di legislatif,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here