Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Jumat (24/9/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Jumat (24/9/2021). Dalam aksinya, para mahasiswa menyorot lahan pertanian di Kota Cilegon yang kian menyusut.

Ketua koordinator aksi, Muhammad Fikri menyatakan, kondisi lahan pertanian setiap tahunnya kian menyusut akibat pembangunan industri. Selama ini, masalah tersebut belum menjadi perhatian dari Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta. Oleh karenanya, mahasiswa meminta agar nasib petani bisa diperjuangkan.

“Saya lihat mereka (Helldy-Sanuji) belum ada tindakan apapun dalam mensejahterakan para petani. Lahan produktif terus menyusut. Banyak petani kita ditindas oleh pihak-pihak kapitalis dan para investor tanpa memikirkan nasib para petani tersebut,” kata Fikri kepada awak media ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Jumat (24/9/2021).

Baca juga  Kejari Cilegon Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Rokok Tanpa Cukai

Oleh karenanya, mahasiswa menuntut agar Pemkot Cilegon menghentikan ahli fungsi lahan produktif dan menjalankan semangat reformasi agraria di Kota Cilegon. Mereka mendesak pemerintah menjalankan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 5 tahun 2014. Selain itu mereka meminta agar pemerintah memperhatikan nasib ketahanan pangan di masa depan dan membangun irigrasi air terhadap lahan pertanian produktif.

“Kami mendesak agar walikota dan wakil walikota Cilegon untuk turun langsung melihat kondisi para petani di Cilegon. Kami pun minta agar pemerintah memberikan jaminan ketersediannya lahan pertanian dan perlindungannya,” pungkasnya. (Ully/Red)