CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi berjanji akan memberikan hadiah umroh kepada para guru berprestasi yang mengikuti lomba Inovasi Pembelajaran (inobel) dan Guru Tenaga Kependidikan (GTK) di ajang nasional.

Pernyataan ini disampaikan Edi dalam sambutannya pada kegiatan Penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi, di salah satu rumah makan di Cilegon, Senin (28/7/2019).

“Saya janji, kepada para guru dan pengawas yang berhasil meraih juara 1 Yogyakarta, akan saya berangkatkan umroh. Ini semata-mata, untuk memberikan motivasi dan semangat untuk para guru yang bakal bersaing di Yogyakarta,” kata Edi.

Menurut Edi, hadiah umroh yang akan diberikan sebagai bentuk motovasi kepada peserta lomba agar dapat menunjukan kualitas dan semangatnya dalam menbawa nama baik Kota Cilegon ditingkat nasional.

“Hadiah yang saya berikan kali ini, untuk memberikan motivasi kepada mereka (peserta lomba,red) untuk lebih giat belajar, sehingga bisa menang,” ujar Mantan Kepala Bappeda Cilegon.

Hadiah umroh yang diberikan ini, kata Edi, tidak dibiayai oleh APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Cilegon, melainkan dari uang pribadi dirinya.

“Enggak pake APBD. Ini dari uang saya sendiri untuk memberikan hadiah umroh. Bukan hanya 1, 5 guru yang juara 1 di tingkat nasional juga akan saya berangkatkan umroh,” celetuk Edi.

Tak jauh berbeda disampaikan Edi,
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muhtar Gojali menginginkan para guru-guru dan pengawas yang mengikuti event nasional ini bisa berestasi. Ia juga berpesan, agar mereka bisa mempersiapkan semuanya secara matang, sehingga saat lomba bisa lancar dan nilainya juga bisa maksimal.

“Kami percaya dengan kemampuan para guru di Kota Cilegon, tinggal persiapan mentalnya saja yang harus dikuatkan. Sebab, biasanya mental yang kurang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pengarahan Dindik Cilegon, Hikmatulloh menyatakan, pihaknya berjanji akan langsung memberikan pembinaan kepada para guru yag berhasil menjadi juara I dalam seluruh kategori. Hal tersebut sebagai bentuk persipan agar para guru bisa lebih berprestasi pada jenjang yang lebih tinggi.

“Pembinaannya langsung dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) dan dosen Untirta (Universitas Sultan Agung Tirtayasa). Ini agar kemampuan para guru bisa lebih baik, teruma yang ikut dalam lomba tingkat nasional,” paparnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here