CIILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon tidak akan membayar ganti rugi sebelum ada keputusan hukum atas perkara perdata yang digugat oleh warga Cikuasa. Saat ini,  pihaknya masih menunggu putusan hukum atas upaya banding yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Banten. Sebelumnya pada Pengadilan Negeri Serang,  hakim mengabulkan ganti rugi atas gugatan perdata yang diajukan warga korban gusuran di Cikuasa.

“Saya minta dasar hukum. Kalau dia (warga Cikuasa sebagai penggugat,red) bisa mengeluarkan dasar hukum, keluarkan dasar hukumnya. Bukan berarti kita ngga punya uang.  Tapi saya menolak juga kalau putusannya sesuai dengan apa yang  diputuskan Pengadilan Negeri,” kata Plt Edi Ariadi menjawab pertanyaan media saat di Hotel Grand Mangku Putra (GMP), Senin (23/04/2018).

Terkait dengan pertemuan pemkot di kemendagri,  kata Edi,  hal itu dibenarkan pihaknya.  Namun hasil dari konsultasi itu bukan bermaksud untuk langsung membayar ganti rugi jika permohonan banding pemkot tidak dikabulkan. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi pemerintah jika keputusan hukum tidak sesuai dengan yang diharapkan pihaknya.

“Masak rata-rata (ganti rugi, red) Rp. 25 juta atau Rp. 20 juta.  Ngga gitu jugalah. Lihat faktanya,  di lapangan berapa.  Kalau legal pasti kita bayar. Tapi, kalau tanah itu illegal masa kita harus bayar,” sambung Edi.

Edi meminta semua pihak dapat bersama-sama dan saling menghargai dan menunggu keputusan hukum PT Banten. Apapun keputusannya,  pemerintah akan tetap mematuhi aturan hukum.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Hukum Setda Cilegon, Bambang Hario Bintan mengatakan,  status hukum perkara perdata gugatan warga cikuasa saat ini tengah diproses di PT Banten.  Permohonan banding yang diajukan pemerintah sejak Desember 2017 lalu tengah diperiksa majelis hakim. Apapun keputusan hukum nantinya,  Ia berharap menjadi keputusan yang terbaik untuk kedua pihak.

“Sekarang (permohonan banding, red) dalam pemeriksaan internal majelis hakim.  Mudah-mudahan itu terbaik untuk kedua pihak,” pungkasnya (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here