Kantor DPRD Kota Cilegon (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Wakil Ketua 1 DPD II Partai Golkar Cilegon, Arief Rivai Madawi menyatakan, Golkar tidak begitu terlalu khawatir terhadap eksistensi caleg-caleg yang terpilih nantinya akan mengkritisi program-program RPJMD yang dijalankan Kepala Daerah Kota Cilegon. Sebagai partai yang mengusung Kepala Daerah periode 2016-2021, Golkar akan membangun komunikasi dengan wakil-wakil partai politik (parpol) yang duduk di parlemen periode 2019-2024.

Diketahui, Koalisi parpol di legislatif Cilegon untuk periode 2014-2019 sudah akan habis masanya. Masa jabatan wakil rakyat yang berjumlah 35 orang ini juga tinggal menghitung waktu. Saat ini pada 2019, sebanyak 40 caleg legislatif terpilih yang menjadi perpanjangan parpol akan duduk di parlemen.

“Saya kira wajarlah ya dalam politik dinamis, tidak terlalu monoton. Itu kan berdasarkan kepentingan politik kita juga dalam muaranya membangun cilegon kedepan lebih baik. Tentunya yang satu visi dengan Golkar,” ungkap Arief kepada sejumlah media, Kemarin.

Baca : Jika Terpilih, Caleg Baru Siap Kritisi Sisa 2 Tahun RPJMD Cilegon

Menurut Arief, kontelasi politik antar partai di Cilegon tidak begitu kompleks. Mantan Ketua DPRD ini yakin, wakil-wakil parpol di parlemen masih dapat di gandeng terutama dalam membahas RPJMD Kota Cilegon 2016-2021 yang tersisa 2 tahun lagi.

“Saya kira tradisi di Cilegon, tidak terpengaruh pada kontelasi yang begitu ruwet. Kita ini klasik, sisi tradisionalnya kental sekali. Kalau untuk kepentingan daerah apapun partainya masih bisa kita gandeng. Bisa kita ajak sama-sama berpikir untuk membangun ke depan,” tuturnya.

Sekali lagi, ia menuturkan, Golkar yakin kader-kader parpol yang duduk natinya di DPRD memiliki visi yang sama. Seluruh partai memiliki tujuan yang sama dalam membangun Cilegon lebih baik lagi.

“Insya Allah tidak ada (yang di khawatirkan). Karena saya yakin mereka menjadi wakil rakyat itu untuk masyarakat dalam sisi membangun. Saya kira sepanjang visinya sama, mereka mustahil lah akan mempersulit kepentingan-kepentingan masyarakat. Kalau memang mempersulit, masyarakat yang menilai. Kan seperti itu,” tandasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?