CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon dengan PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT. ASDP) secara bersama mulai mengkonsepkan pembangunan sejumlah properti di lahan pemkot yang akan digunakan untuk pengembangan Pelabuhan Merak. Rencana untuk mendesign konsep itu diketahui ketika pihak pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon dan ASDP melangsungkan pertemuan singkat di Kantor Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Cilegon, Senin (16/4/2018).

General Manajer PT. ASDP Cabang Merak, Fahmi Alweni mengatakan, pertemuan tersebut tidak hanya membahas secara singkat tentang design pengembangan lahan di Terminal Terpadu Merak namun pihaknya turut memperkenalkan konsultan yang akan menginisiasi percelepatan pembanguan properti di lahan milik pemkot itu.

“Hari ini kunjungan dari tim konsultan properti ASDP membicarakan tentang rencana dan pembahasan lahan pemkot di lokasi, Terminal Terpadu Merak. Kedepan kita akan lakukan kerjasama dengan pemkot dan hari ini tim konsultan bersilaturahmi dan melihat lokasi lahan yang dimiliki pemkot,” Ungkapnya usai pertemuan.

Untuk mempercepat proses pembangunan pengembangan pelabuhan, kata Fahmi, pihaknya memandang perlu untuk berkoordinasi secara cepat dengan pihak pemkot. PT. Nusa Niaga Perkasa, kata Fahmi, ditetapkan sebagai konsultan oleh Pusat sebagai perusahaan yang akan membuat konsep konstruksi bangunan properti atau Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan pelabuhan yang ada didekat dermaga VI premium itu.

“Jadi mereka membantu mendesign konsep yang akan dibangun oleh ASDP. Ini dari PT. Nusa Niaga Perkasa. Kalau untuk masterlan sudah ada, seperti beberapa waktu lalu sudah di publish. Tetapi properti lainnya, ini lah yang akan dikonsepkan,” Terangnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Cilegon, Andi Affandi mengatakan, upaya percepatan pembangunan pengembangan Pelabuhan Merak atas pemanfaatan lahan TTM milik pemkot perlu diimbangi dengan percepatan permohonan oleh ASDP. Selain tindak lanjut penadatangan kesepahaman bersama pemanfaatan lahan masih berjalan dan berporses, kata Andi, rencana ASDP mendesign properti juga dapat dilaksanakan bersamaan agar konsep kerjasama baik antara pemkot dengan ASDP terintegrasi.

“Sebetulnya tadi permintaan dari teman-teman ASDP ini ingin memploting dulu, lahan yang akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan. Sehingga ketika nanti penetapan lokasi atau ijin lokasi sudah dikeluarkan, areal itu tidak lagi digunakan untuk kepentingan lain,” Urainya.

Diketahui, lahan Terminal Terpadu Merak milik pemkot dengan luasan 6,6 hektar tengah dalam proses pengurusan perijinan administrasi tentang keberadaan status lahan. 2 hektar lahan Terminal Tipe A itu akan diserahkan kepada Kementrian Perhubungan sebagaiman menjalankan amanat Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014. Sementara sisa lahan seluas 4,6 hektar akan direncanakan untuk kerjasama pemanfaatan lahan dengan ASDP.

“Kalau lahan pemkot ini mungkin harus diukur ulang karena dari 6,6 hektar itu, setelah dipotong Kemenhub, akan dipakai lagi untuk zona 2A. Nah itu belum kita hitung luasannya,” Tandasnya (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here