Ceceran tanah merah berceceran dari jalan protokol hingga Jalan Bonarkarta Cilegon,” Minggu (28/2/2021) Foto : Istimewa

CILEGON, SSC – Warga dan pengguna jalan protes dengan banyaknya ceceran tanah merah tepatnya di jalan protokol Depan Bonakarta hingga Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon.

Warga sekitar menyebut, ceceran tanah merah ini bersumber dari truk-truk pengangkut tanah yang lalu lalang dari proyek pembangunan Rumah Sakit Hermina Cilegon.

Salah satu pengguna jalan, Joko Imanto mendesak Pemkot Cilegon dan pihak kepolisan untuk turun tangan dengan ceceran tanah merah yang menganggu pengguna jalan.  Ceceran tanah itu menempel di permukaan aspal. Diperparah lagi adanya guyuran air hujan, hingga membuat jalan menjadi licin.

“Jangan sampai pejabat di Cilegon yang dapat untungnya tapi masyarakat yang dirugikan! Tolong diperhatikan, kasih teguran ke pihak pemborong,” kata Joko kepada Selatsunda.com terkonfirmasi,” Minggu (28/2/2021).

Ia menambahkan, kejadian ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Melainkan sudah sering terjadi. Tapi kali ini yang paling parah.

“Kalau mau buat apa-apa perhatikan juga dong dampaknya gimana? Jangan asal di bangun tapi begini. Kalau begini siapa yang tanggung jawab?,” kesalnya.

Senada dengan Joko, warga lainya,  Maya juga mendesak agar pemerintah bisa cepat menanggapi keluhan masyarakat yang terdampak adanya ceceran tanah tersebut.

“Harus benar-benar tanggaplah pemerintahnya. Coba itu walikota baru, gimana responya dengan kondisi ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatullah meminta agar pihak managemen, pengusaha dan kontraktor RS Hermina untuk bertanggung jawab membersihkan jalanan protokol yang terdapat ceceran tanah merah tersebut.

“Harus segera dibersihkan. Sangat menganggu sekali untuk kenyamanan dan keamanan pengendara motor maupun mobil,” tegas Rahmatullah.

Anggota DPRD Dapil II Jombang Purwakarta ini pun mengaku, karena pembangunan rumah sakit masuk di wilayah Jombang, maka pihaknya akan segera memanggil pihak managemen dan kontraktor untuk mempertanggung jawabkan ceceran tanah tersebut.

“Jangan kerja semaunya sendiri tanpa memperlihatkan kebersihan dan kenyamanan pengendara jalan. Saya juga akan lihat apakah perizinan-perizinan surat mereka (RS Hermina) ini sudah ada atau belum. Nanti saya akan minta pimpinan DPRD untuk segera memanggil pihak managemen, pengusaha dan pihak proyek rumah sakit tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, Fasilitator kepentingan lingkungan, Juli Tresno Ajie enggan menanggapi adanya ceceran tanah yang berasal dari proyek pembangunan RS Kurnia tersebut.

“Maaf bukan kapasitas saya,” ucapnya melalui pesan singkat whatshapp. (Ully/Red)