PANDEGLANG, SSC – Kementerian Agama Pandeglang memastikan Jemaah Haji asal Kabupaten Pandeglang yang menjalankan ibadah di Tanah Suci dalam keadaan sehat. Namun dua jemaah haji dari jumlah seluruhnya sebanyak 818 jemaah yang menjalani ibadah, mengalami sakit.
Demikian yang disampaikan Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Pandeglang, Wawan Sofwan. Ia mengatakan, jemaah haji yang sakit berasal dari kelompok terbang (kloter) 34. Keduanya mengalami sakit akibat jatuh dari tempat tidur.
“Mengalami patah tulang saat jatuh dari tempat tidur dan satu lagi mengalami sesak nafas. Yang lainnya aman dan nyaman, tidak ada masalah,” katanya, Senin (27/8/2018).
Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para jemaah haji, para Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) selalu intens berkomunikasi dengan seluruh jemaah.
“Semua proses sudah dilewati dengan baik. Sejauh ini kami dengan petugas TPHD dan TPHI selalu berkomunikasi dan memantau kesehatan dan kegiatan jemaah. Mereka harus report setiap hari,” terangnya.
Adapun untuk pemulangan pertama jemaah embarkasi Pandeglang dijadwalkan pada tanggal 11 September untuk jamaah haji kloter 34 sebanyak 385 jemaah haji. Disusul kloter 41 pada tanggal 14 September dengan 385 jrmaah haji. Dan kloter terakhir yakni 47 sejumlah 48 jemaah haji akan bertolak dari tanah suci pada tanggal 17 September.
“Harapan saya kuota jemaah tahun depan bisa bertambah dan instansi terkait lebih meningkatkan sinergi,” terangnya. (Azis/Red)

