CILEGON, SSC – Usulan warga Alkhairiyah untuk menjadikan Brigjen KH Syam’un pahlawan national mendapat respon positif dari Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi berjanji akan secepatnya menandatangani surat usulan tersebut.

Hal itu terungkap saat Presiden RI, Jokowi dialog bersama 1000 ulama di Aula PB Al Khairiyah ini, Jumat (11/5/2018).

“Sampai saat ini, usulan pendiri Al Khairiyah belum ada di meja saya. Tapi, saya berjanji, ketika usulan itu masuk ke meja kerja saya, cepatnya usulan itu akan saya respon agar Brigjen Syam’Un dapat menjadi pahlawan nasional,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku, untuk menjadikan seseorang menjadi seorangh pahlawan nasional tidaklah mudah. Bahkan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam hal ini. Diantaranya, adanya surat pengajuan dari walikota, gubernur dan ke mentri lalu masuk ke tim khusus.

“Yang nganter itu Pak Mentri Seketaris Negara. Nanti saya pilih 3 sampai 4 nama. Dengan argumentasi sudah komplit tidak ada perubahaan sama sekali,” ujarnya.

Jokowi menerangkan, saat ini ada 8-10 nama usulan permintaan untuk dijadikan sebagai pahlawan nasional. Akan tetapi, usulan yang disampaikan ini, tidak semuanya disetujui untuk menjadi pahlawan nasional.

“Jadi dari 8-10 usulan yang ada, hanya terpilih 3-4 orang saja yang saya setujui. Saya berjanji, kalau permintaan Brigjen Syam’Un menjadi pahlawan nasional akan urus dengan cepat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Al Khairiyah, Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali, Mujahidin mengungkapkan, pihaknya secepatnya akan membentuk tim untuk mempercepat usulan Brigjen Syam’Un menjadi pahlawan nasional/

“Karena usulan kita belum lengkap, akhirnya dikembalikan lagi dari Kemensos ke kita. Nah, untuk mengantisipasi hal itu kembali, secepatnya kita akan membentuk sebuh tim untuk bisa melengkapi data-data tersebut. Nanti, usulan kita akan dikawal oleh Pemprov Banten supaya bisa nyampe ke Mensos. Setelah diterima dari Mensos barulah masuk ke Sesneg dan dari Sesneg baru masuk ke meja Pak Presiden,” jelas Mumu.

Mumu berharap, gelar pahlawan yang dinobatkan untuk Brigjen Syam’Un bisa direalisasi pada tahun ini.

“Mudah-mudahan ada waktu. Ini kan bulan mei, masih ada waktu juni, juli, agustus, september, oktober dan November lah agar bisa keluar hasil dari Pak Jokowi. Saya hanya berikhtiar saja agar bisa cepat direalisasi di tahun ini,” pungkas Mumu. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here