CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mempertanyakan Perencanaan Awal atau Site Plan Pasar Blok yang sebelumnya dibangun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Cilegon. Sebab, hampir setiap musim hujan tiba pasar ini sering mengalami banjir hingga masuk ke dalam lapak para pedagang.

“Yang ngerencanain pembangunan siapa? Tanya ke mereka (Perindag,red) secara detailnya. Karena gambar semua ada di dia. Semestinya, Perindag juga harus jaga kebersihan di sana. Kepala pasar ya kan ada, pegawai kebersihan ya juga ada, masyarakat dan pedagang juga ada. Masa harus dipantau sama kita (pemerintah) lagi? Ajak dong buat gotong royong,” kata Edi kepada Selatsunda.com,” Senin (12/11/2018).

Mantan Kepala Bappeda ini pun juga mempertanyakan alasan mengapa Disperindag tidak membuat drainase dalam perencanaan ketika pasar mulai dibangun.

“Semestinya dalam site plant udah sekaligus pembangunan drainasenya. Di bikin juga lah sumur resapan yang banyak di sana. Jangan anggaranya banyak tapi gak memikirkan hal kecil begitu. Kebiasaan OPD kita itu, membuat perencanaan selalu asal-asalan akibatnya seperti ini,” ujar Edi dengan nada marah.

Edi juga mempertanyakan rencana yang dilakukan dinas lain terkait pasar yang kerap banjir ini. Salah satunya menyangkut kelayakan dari Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang dibuat.

“Hei PU gambar teknisnya gimana itu? Kenapa dari tahun ke tahun selalu banjir? Gambar teknis seperti apa? Harus komprehensif lah,” ucap Edi dengan nada marah.

Edi meminta, permasalah banjir di Pasar Blok F ini harus segera diselesaikan. Bahkan, ia juga meminta agar dinas terkait bisa bersama-sama mencari solusi agar permasalahan sampah maupun banjir bisa diselesaikan dengan baik.

“Jangan hanya tugas pemerintah saja lah. Tapi dinas terkait pun harus tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah banjir ini. Khususnya untuk Dinas PUTR dan Disperindag,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pembangunan Pasar Blok F menghabiskan anggaran sebesar Rp23 miliar dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2016 sebesar Rp 15 miliar dan APBD Kota Cilegon 2016 sebesar Rp 7 miliar. Selanjutnya, APBD di 2017 sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan lantai 2 dan pembuatan pagar sebesar Rp600 juta.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Tb Dikrie Maulawardhana tidak bisa dikonfirmaai ketika dihubungi melalui sambungan telepon. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here