CILEGON, SSC – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan kunjungan langsung ke warga gusuran Cikuasa Pantai dan Kramatraya, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (24/4/2018).

Dalam kunjungan kali ini, Komnas HAM, ingin melihat langsung kondisi warga yang digusur oleh Pemkot Cilegon beberapa tahun lalu.

Pantauan SSC di lokasi, kunjungan yang dilakukan oleh tim Komnas HAM tiba di kediaman warga gusuran pada pukul 16.00 WIB dan langsung disambut oleh para warga. Dalam kunjungan kali ini, pihak Komnas HAM ini langsung mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga gusuran.

Dalam pertemuan kali ini, warga gusuran diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluh kesannya tinggal bertahun-tahun di gubuk tanpa bantuan dari Pemkot Cilegon.

Salah satu warga gusuran, Bambang mengaku, peristiwa yang dialami oleh dirinya dan warga gusuran lainnya merupakan tindakan yang sangat menyakitkan. Bahkan, bertahun-tahun, warga yang digusur oleh Pemkot Cilegon tak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Bahkan, anak-anak yang tinggal di lingkungan tersebut, harus putus sekolah karena tidak memiliki biaya.

“Kami merasa pemerintah telah melukai hati kami. Bertahun-tahun kami harus tinggal di sini tanpa rumah maupun bantuan dari pemerintah. Semestinya, sebelum dilakukan pengusuran, Pemkot harus menyediakan tempat relokasi untuk kami. Nah, sekarang kami harus tinggal di mana,” kata Bambang disela-sela pertemuan dengan pihak Komnas HAM,

Ia berharap, dengan kunjungan yang dilakukan oleh Komnas HAM langsung ke Cikuasa, akan bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat, serta bisa mendorong pihak Pemkot Cilegon untuk membayarkan ganti rugi yang dialami oleh para warga.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi dan Dukungan Penegakan HAM RI, Johan Efendi mengaku, kunjungan yang dilakukan kali ini atas pengaduan yang dilakukan oleh warga gusuran warga di Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramatraya. Dengan pengaduan yang diterima ini, langsung ditindaklanjuti oleh Komnas HAM.

“Kedatangan kami ke sini untuk mendengarkan informasi tambahan dan langsung memantau situasi warga yang digusur tersebut. Setelah kami lihat dan pantau, semua data yang kami terima di sini (Cikuasa,red) selanjutnya kita olah untuk bisa mendapat titik terang dalam kasus ini,’ ucapnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here