CILEGON, SSC – Kota Cilegon terus melakukan berbagai inovasi. Kali ini, Kota Cilegon memiliki wadah pengolaan air siap minum yang dinamai Kelompok Pengelolaan Air Minum Sehat Aman Berbasis Masyarakat atau PAMSA-BM yang berada di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan.

Pendirian PAMSA-BM bekerjasama dengan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Kemenkes RI yang diresmikan pada Selasa (30/4/2024).

Dalam peresmian tersebut, turut hadir Sekretaris Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) sekaligus Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu, Ketua Umum Pengurus Pusat HAKLI, Arif Sumantri, Ketua DPRD Cilegon Isro Mi’raj, Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta beserta jajaran forkopimda Kota Cilegon.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, untuk pertama kalinya, Cilegon memiliki pengelolaan air siap minum. Peresmian PAMSA-BM dilakukan untuk membantu masyarakat dalam menyediakan air minum yang layak konsumsi bagi warga yang digelar dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Kami (dari AKKOPSI,-red) sudah realisasikan beberapa waktu lalu dan di bulan Desember di Minahasa Tenggara dan hari ini alhamdulillah bisa terealisasi di Kota Cilegon,” kata Helldy.

Helldy menambahkan, selain Kota Cilegon, Kota Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara juga telah memiliki wadah air siap minum tersebut.

“Tujuannya adalah dalam rangka meminum air yang sehat, sesuai standarisasi dari Kemenkes di mana nanti ini akan disalurkan di wilayah sekitar sini,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu mengapresiasi HAKLI, lantaran telah menghadirkan inovasi yang menyentuh langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Karena ini sudah seperti negara maju, kita kalau ke eropa tidak perlu beli, tapi langsung minum dari bahan seperti ini yang saat ini sudah terjadi di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Secara nasional, kata dia, di Indonesia baru ada dua akses air bersih yang betul-betul berbasis masyarakat.

Ia berharap program tersebut bisa direplikasi secara bertahap ke seluruh Indonesia.

“Ini contoh kedua, pertama di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, dan dalam waktu beberapa bulan langsung dibangun kembali di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Meski kota Cilegon menjadi kota kedua dalam pengelolaan air bersih menjadi air siap konsumsi berbasis masyarakat.

Namun PAMSA-BM di Kota Cilegon dinilai lebih komplit dibandingkan dengan yang ada di Minahasa Tenggara.

“Tentu kami dari Kementerian Kesehatan atau pemerintah pusat akan mendorong terus, bekerja sama dengan Akoppsi dan terutama hakli untuk kita membuat di semua center di nusantara,” ungkapnya. (*)