Patok Lahan Warnasari milik Pemkot Cilegon di Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Cilegon. (Foto dok)

CILEGON, SSC – Lahan Warnasari yang akan dibangun untuk Pelabuhan akan segera mulai diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cilegon. Pengukuran sebagai syarat pemenuhan atas pengajuan Pemerintah Cilegon memecah sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Warnasari pada luasan 45 hektar ini juga akan disaksikan oleh Kantor Kesyahbandaran Otoritas dan Pelabuhan (KSOP) Banten untuk memenuhi kelengkapan dokumen dalam memulai pembuatan draft perjanjian konsesi. Diketahui Rencana pengukuran ini akan dilakukan pada hari Senin (12/11/2018), besok lusa.

“Pengukuran itu nanti bukan dari persis bibir pantainya, tapi mulai dari lahan yang akan direklamasi. Ditentukan koordinatnya, dari situ yang nanti akan dipatok, sampai dengan areal di sisi laut,” ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Klas I Banten, Hotman Sijabat dikonfirmasi, Sabtu (10/11/2018).

Hotman menjelaskan, pengukuran atas lahan seluas 10 hektar yang diajukan untuk pembangunan pelabuhan ini akan menjadi acuan perhitungan nilai investasi ketika dikerjasamakan antara PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) dengan PT Bosowa Bandar Indonesia (PT BBI). Sebelum Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan masa perjanjian konsesi dihitung, PCM selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) akan menghitung investasi tersebut melalui auditor independen.

“Hasil penghitungan oleh auditor independen itu nanti akan diusulkan ke kita, lalu kita sampaikan ke BPKP untuk memastikan cocok tidaknya nilai investasi tersebut berdasarkan penghitungan auditor. Barulah akan muncul angka besaran konsesinya dan jangka waktu perjanjian,” tandasnya.

Sementara, Direktur Operasional dan Komersil PT PCM, Akmal Firmansyah menjelaskan, pengukuran itu hanya akan dilakukan di lahan eksisting dari total luas lahan 45 hektar tersebut. Pasalnya, lahan yang diukur ini akan dilakukan pada lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Pelabuhan Warnasari.

“Lahan itu kan belum kita reklamasi. Jadi pengukuran itu lebih kepada lahan yang ada sekarang saja, dari bibir pantai ke dalam dengan total 10 hektar. Karena kalau pun direklamasi dulu, kan izinnya juga akan repot,” paparnya.

Akmal memaparkan, pengukuran ini tidak berkaitan dengan reklamasi karena desain pembangunan konstruksi dermaga dan jalan dermaga (trestle) dengan konsep decompile dimana dermaga dan coast way akan berada di atas tiang pancang.

“(Dermaga) Pelabuhan Warnasari itu nantinya akan menggunakan tiang-tiang pancang seperti di Koja, jadi tidak merusak lingkungan. Jadi di bawahnya tetap saja air laut,” urai Akmal. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here