Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Imam Suyudi saat diwawancara sejumlah wartawan usai menghadiri pisah sambut Kalapas Kota Cilegon,” Rabu (15/1/2020). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Imam Suyudi menyatakan jika Lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di Banten mengalami over kapasitas. Saat ini saja, jumlah narapidana yang terdata sebanyak 11.600 sementara daya tampung sendiri hanya berkisar 5.500 napi.

Kondisi overkasitas narapinada di Lapas yang ada di Banten ini menjadi sebuah hal yang musti diselesaikan oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM. Oleh karena kondisi ini, Kemenhum membuat program percepatan pembebasan bersyarat perpindahan narapidana ke Lapas di daerah lain disebut menjadi solusi alternatif.

“Semua daerah pasti menghadapi kondisi seperti ini. Untuk di Banten sendiri, daya tampung narapinda di lapas hanya menampung 5.500 napi dari total 11.600 napi,” kata Imam Suyudi usai kepada wartawan seusai Lepas Sambut Kalapas Cilegon, Rabu (15/1/2020).

Ia menambahkan, guna mengurangi jumlah kelebihan narapinda ini, pihaknya juga akan melakukan mutasi napi demi mengurangi penghuni Lapas. Program pemindahan napi di Banten juga sudah dimulai dengan memindahkan 150 Napi ke Jawa Tengah.

“Terakhir kami sudah mengirimkan 150 napi di Banten ke wilayah di Jawa Tengah,” jelas tambah Imam.

Meski demikian, Lapas Kelas II B seperti di Cilegon mengalami over kapasitas hingga 300 persen dari jumlah daya tampung 500 orang menjadi 1400 penghuni.

“Upayanya kami tetap mengupayakan mutasi, mengupayakan program dan bahkan saat reintegrasi sosial dalam rangka percepatan sesuai prosedur di luar PP 99,” imbuhnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here