CILEGON, SSC – Silang pendapat antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Perindustrian terkait penerapan larangan truk Over dimension dan over loading (ODOL) sudah menemukan titik temu.
Khusus penerapan ODOL di jalan tol disepakati untuk ditunda hingga 2022 namun penundaan itu hanya berlaku untuk 5 komoditas baik komoditas, semen, baja, kaca lembaran, beton ringan dan air minum. Diluar dari pada itu, penerapan zero ODOL tetap diberlakukan hingga 2021.
Hal ini disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Nurhadi setelah mendapat arahan dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menyangkut pelarangan truk ODOL di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
Baca : Siap-siap! Truk ‘Obesitas’ Dilarang Nyeberang di Pelabuhan Merak
“Kalau yang disampaikan pak Dirjen Darat, yang (penundaan) di 2022 itu hanya 5 komoditas, semen, baja, kaca lembaran, beton ringan, dan air minum. Artinya diluar itu tetap zero ODOL 2021. Untuk mewujudkan zero ODOL 2021 itu, sosialisasi tetap jalan. Artinya, kami tetap mesosialisasikan termasuk di Pelabuhan (Merak),” ujarmya dkonfirmasi, Jumat (24/1/2020).
Nurhadi menyatakan, pelarangan truk ODOL di Pelabuhan Merak sudah mulai disosialisasikan ke pengguna jasa. Terhitung mulai 1 Februari hingga 30 April 2020, truk ODOL akan dilakukan penilangan atau dengan surat teguran tertulis.
Baca juga : 84 Truk ‘Obesitas’ Ditindak di Cilegon, Ini Alasan Sopir Banyak Melanggar!
“Dari surat resmi pak dirjen, sampai dengan per 1 februari kita sosialisasi. Baru kemudian 1 februari sampai 30 april, instruksi beliau di tilang. (Truk ODOL) Itu belum dilarang masuk, tapi itu di tilang,” paparnya.
Meski dalam surat edaran tertulis pelarangan kendaraan truk ODOL akan diberlakukan penuh pada 1 Mei 2020 namun hal itu masih akan menunggu arahan selanjutnya dari Kemenhub.
“Tapi kalau untuk 1 mei nanti, nggak tahu ada perintah selanjutnya, kami belum tahu. Tapi perintah beliau, sosialisasi jalan. Kalau sosialisasi kurang lama, kita perpanjang lagi. Dari 1 februari sampai 30 april, kita tilang,” tegasnya. (Ronald/Red)

