CILEGON, SSC – Hal mengejutkan terjadi pada perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) akibat ambrol diterjang banjir besar beberapa bulan. Proyek tersebut sampai saat ini masih belum dikerjakan karena leletnya lelang proyek.
Sekretaris Dinas PUTR Kota Cilegon Muhammad Ridwan mengatakan, pihaknya telah mengajukan lelang perbaikan JLS ke Badan Pengelolaan dan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Kota Cilegon untuk dilakukan lelang, namun hingga saat ini pemenang lelang belum ditentukan.
“Beberapa hari lalu, kita (DPU-TR,red) sudah mengajukan lelang pekerjaan ke BPPBJ. Karena, ini sifatnya lelang cepat jadi musti diserahkan dengan cepat,” kata Ridwan kepada wartawan saat ditemui di Pemkot Cilegon, Jumat (18/5/2018).
“Kita minta lelang bisa cepat dilakukan. Sehinggga proses pekerjaan bisa dilakukam dengan segera dikerjakan,” sambungnya.
Ridwan mengungkapkan, meski saat ini lelang masih dalam proses menunggu kepastian, pengerjaan tetap dilakukan oleh pihak swasta. Keikutsertaan pihak swasta ini sebagai bentuk keperdulian terhadap JLS.
“Sudah ada alat berat yang ada di lokasi itu dari swasta, tapi tentu di bawah koordinasi Dinas PUTR,” ungkapnya.
Pengerjaan JLS yang ambrol ini, lanjut Ridwan, ditarget rampung pada H-7 Lebaran 2018 mendatang.
“Mudah-Mudah2n di H-7 udah selesai pengerjaan perbaikan gorong-gorong sehingga memudahkan para wisatawan menunju Anyar,” lanjut Ridwan.
Dijelaskan Ridwan, gorong-gorong yang ambrol akan dilakukan perbaikan kembali dengan kapasitas yang lebih besar. Jika sebelumnya diameter gorong-gorong hanya sekitar satu meter, maka gorong-gorong baru yang akan dibuat itu lebarnya sekitar empat meter.
Ia memaparkan, sebelum dilakukan pengerjaan, Dinas PU telah mengaudit beberapa gorong-gorong dan jembatan di JLS.
“Tapi, masih dalam kondisi aman dan tidak ada kerusakan parah untuk gorong-gorong dan jembatan lain di JLS. Hanya butuh perawatan sedikit saja,” imbuh Ridwan.
Kepala Badan Pengelolaan dan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Kota Cilegon Syafrudin menjelaskan, lelang proyek perbaikan JLS senilai Rp 1,7 miliar itu akan ditetapkan.
“Berbeda dengan lelang biasanya, untuk lelang pengerjaan JLS dilakukan dengan lelang cepat,” ujarnya.
Setelah adanya pemenang lelang, surat perintah kerja (SPK) pun akan segera menyusul. Setelah itu, pengerjaan proyek pun bisa langsung dilakukan oleh perusahaan pemenang tender. (Ully/red)

