Petugas Satpol PP Cilegon menertibkan APK Caleg maupun Capres di Jalan Protokol Cilegon, Jumat (16/11/2018). Foto Ist

CILEGON, SSC – Alat Peraga Kampanye (APK) dari calon legislatif maupun pasangan Capres dan Cawapres bertebaran di Kota Cilegon namun juga tak luput mewarnai jalan protokol dan ruang publik. Padahal pemasangan APK di jalur protokol telah dilarang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ini dibuktikan dari hasil penertiban yang dilakukan oleh Dinas Satpol PP dengan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Lembaga penyelenggara pemilu dan penegak aturan ini diketahui telah membredel 41 APK betbau pileg dan pilpres di Jalan Protokol.

“Jadi dari hasil razia kita dengan Bawaslu ada 41 APK ilegal yang dipasang di Jalur Protokol. Justru pemasangan APK ilegal telah menyalahi aturan yang sudah ditetapkan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasi (Dalops) Satpol PP Kota Cilegon, Suroto saat dikonfirmasi, Jumat (16/11/2018).

Ia menambahkan, penertiban ini dilakukan mulai dari Pondok Cilegon Indah (PCI) hingga Lampu Merah PT KIEC.

“Kebanyakan ucapan-ucapan dari Hari Pahlawan dari Caleg. Itulah yang kami lakukan penertiban terhadap APK ilegal tersebut,” tambahnya.

Sejauh ini, Pihaknya telah mendata sebanyak 225 APK ilegal yang belum ditertibkan dan 738 APK sudah ditertibkan. Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta dan pemahaman dari para caleg untuk tidak memasang APK di tempat-tempat yang dilarang.

“Ini PR buat kami untuk menertibkan APK ilegal,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi saat dihubungi melalui sambungan telepon belum dapat terkonfirmasi. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here