CILEGON, SSC – Sungguh prihatin masih ada warga di Kota Cilegon yang tinggal di rumah tidak layak huni ditengah hamparan ratusan industri. Dia bernama Eliyah (50), warga yang tinggal di Lingkungan Cupas Wetan, RT 01 RW 07, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

Janda dengan 3 anak itu harus tinggal dirumah dengan kondisi mengenaskan. Rumah tua yang ditinggalinya tampak tidak kokoh lagi. Bagian depan tepat di bagian atap rumah tampak diganjal dengan sebilah bambu. Didalam rumahpun, dinding tampak sudah mulai retak dan cat terkelupas. Parahnya dibelakang rumah sejak dua tahun silam tepat diarea dapur, rumah keluarga ini harus memasak dengan kondisi tanpa atap karena ambruk.

“Sudah 18 tahun suami meninggalkan kami, karena meninggal. Semenjak ditinggal suami, rumah roboh. Itu terjadi sejak dua tahun lalu,” ungkap Eliyah kepada wartawan, Senin (21/5/2018).

Eliyah mengatakan, penghasilan yang Ia peroleh tergolong sangat kecil atau hanya Rp. 500.000 perbulan. Penghasilan dari pekerjaan sebagai tukang cuci pakaian dan seterika, tidak dapat  membiayai perbaikan rumahnya.  Itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Pengennya mau perbaiki rumah, tapi dari tukang cuci sama seterika aja, itu untuk kebutuhan anak-anak saja. Tidak cukup. Kalau kurang saja, biasanya kami ngutang diwarung, ” paparnya.

Kondisi rumah termasuk dapur yang ambruk itu, kata Eliyah, membuat dirinya dan keluarga sulit untuk memasak. Apalagi bila turun hujan, memasak tidak dilakukan lantaran air hujan langsung mengguyur area dapur. Kwatirnya pun, bagian lain turut ambruk.

“Kalau hujan, pasti susah. Mau masak susah, pancinya kehujanan,” papar janda yang kerap memasak dengan mengandalkan kayu bakar dari hutan.

Beberapa kali, kata Eliyah, Ia sudah meminta bantuan ke pemerintah setempat. Namun rumah tidak layak yang dihuninya tidak kunjung mendapat perhatian. Ia berharap, ada yang bisa mengulurkan tangan agar hidup yang dijalaninya bersama keluarga, tenang.

“Sudah bolak-balik beberapa kali ke kelurahan, belum ada tanggapan sampai sekarang,” tandasnya.

Camat Grogol, Hudri Hasun ketika dikonfirmasi belum menjawab panggilan ketika dihubungi ke telepon selulernya. Pesan pendek yang dituju juga masih belum dibalas. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here