CILEGON, SSC – Operator Kapal Penyeberangan di Pelabuhan Merak mengaku cukup kesulitan untuk mendapatkan bahan cairan hand sanitizer. Cairan pembersih tangan ini padahal dibutuhkan untuk mencegah penularan virus corona terutama untuk penumpang yang melakukan perjalanan diatas kapal penyeberangan.
Ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu mengatakan, pihaknya selaku pimpinan asosiasi perusahaan pelayaran di Pelabuhan Merak mengaku kesulitan untuk mendapatkan cairan hand sanitizer. Selain cairan tersebut, operator kapal juga sulit mendapatkan thermo gun dan masker.
Ia mengaku, meski sudah tersedia di kapal penyeberangan namun pihaknya khawatir cairan hand sanitizer mengalami kekurangan dan habis.
“Memang betul, di kita ini dengan gencar upaya pencegahan virus corona, kita juga kesulitan untuk mencarinya (hand sanitizer). Termasuk masker, termo gun kita kesulitan untuk mencarinya,” ujarnya, belum lama ini.
Sejauh ini, kata Togar, upaya pencegahan sudah dilakukan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten melakukan penyemprotan disinfektan diatas kapal. Namun kata dia, cairan hand sanitizer masih dibutuhkan karena saat ini untuk mencari cairan sudah tergolong langka.
“Yang kita lakukan sekarang sambil mencari barang-barang tesebut, saat ini yang baru bisa kita lakukan kerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, menyemprot disinfektan untuk mencegah corona,” terangnya.
Ia berharap, penyediaan bahan cairan di Pelabuhan Merak yang merupakan sarana transpotasi publik dan obyek vital dapat dipenuhi di pasaran. Pihaknya pun bermohon ketersediaan cairan hand sanitizer dapat dibantu oleh pemerintah. Dengan begitu penularan Covid-19 kepada penumpang dapat dicegah.
“Kalau mungkin pemerinrah bisa membantu kita, jauh lebih baik. Mudah-mudahan kita disini sebagai penyeberangan bisa dibantu untuk diperhatikan terutama ini menyangkut penumpang,” pungkasnya. (Ronald/Red)

