Mantan Kepala Desa (Kades) Kepandean ditetapkan sebagai tersangka diduga menggelapkan dana desa untuk nikahi istri muda. Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Mantan Kepala Desa (Kades) Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, YS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana koruspi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016-2018 Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. YS ditersangkakan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Serang diduga menggelapkan dana desa Rp500 juta lebih untuk menikahi 2 istri mudanya.

YS melakukan tindak pidana korupsi pada alokasi dana desa, bagi hasil pajak daerah dan bagi hasil retribusi tahun anggran 2016-2018. Di mana dalam penyalurannya terdapat selisih penggunaan dana desa sebesar Rp. 695 juta.

“Adapun modus operandinya yaitu memerintahkan bendahara desa untuk menarik dana yang ada di rekening desa namun tidak disalurkan sesuai spesifikasi, bahkan ada juga proyek fiktif,” ungkap Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga didampingi Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Adhi Kusuma saat menggelar konferensi pers di Aula Mapolres Serang, Kamis (21/10/2021).

Baca juga  Lintasan Rel Area Pelabuhan Merak Diperbaiki, Polisi Lakukan Rekayasa Lalin Kendaraan Malam Hari

Lanjut Shinto, uang yang didapat hasil korupsi digunakan tersangka untuk membiayai pernikahan 2 isteri mudanya. Selain itu tersangka juga menggunakan uang negara tersebut untuk bermain penggandaan uang sekitar Rp150 juta.

“Yang bersangkutan menggunakan uang korupsi untuk kepentingan pribadi dan penggandaan uang,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka YS dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Ronald/Red)