Walikota Cilegon, Edi Ariadi memberikan selama kepada pejabat yang dilantik saat di Kota Cilegon, Jumat (31/5/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Setelah tiga bulan dilantik menjadi Walikota Cilegon, Edi Ariadi akhirnya memutuskan untuk merombak total ASN di Lingkup Pemerintah Kota Cilegon. Hari ini, (31/5/2019), orang nomor satu di Cilegon ini melantik ratusan pejabat hasil rotasi mutasi dari eselon IV, eselon III hingga eselon II. Edi melantik sebanyak 265 yang terdiri dari eselon IV, 86 dari eselon III dan 1 pejabat dari eselon II di halaman kantor Pemkot Cilegon.

Walikota Edi usai pelantikan mengaku, pelantikan pejabat ini, sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja para pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam mendukung dan membantu program RPJMD (Rencana Program Jangka Menenggah Daerah) 2016-2021 mendatang.

“Pasca pelantikan ini, saya (Edi,red) meminta agar pejabat yang menerima jabatan baru ini dapat bekerja keras dalam membantu pemerintah dalam mendukung program RPJMD,” kata Edi kepada awak media di ruang kerjanya,” Jumat (31/5/2019).

Edi tak menampik dalam pelantikan pejabat ini ada beberapa pejabat yang menerima dan tidak menerima dengan jabatan yang baru tersebut. Akan tetapi, ia meminta kepada pejabat untuk menghormati hasil pertimbangan tersebut.

“Pasti ada aja yang kecewa atas pelantikan ini. Tapi, pelantikan ini harus dilakukan. Tidak mungkin harus menunggu lama dan di OPD kosong terus. Mana yang kosong itu harus diisi,” ujar Edi.

Menurut Edi, rotasi mutasi ini sebagai upaya dalam peningkatan kinerja pegawai di Pemkot Cilegon dalam mendukung program-program walikota.

“Rotasi mutasi ini merupakan kepentingan organisasi pemerintah dalam pembenahan serta penataan kepegawaian demi terselenggaranya pemerintahan yang lebih efektif. Saya harap, pejabat yang baru ini dapat bekerjasama dalam mendukung program pemerintahan,” ujar Edi.

Edi mengaku, dalam menempatkan pejabat baru ini, ia lebih mementingkan dan memprioritaskan pejabat-pejabat yang terkena dampak demosi.

“Yang jelas, kita (Pemkot,red) lebih menomorsatukan pejabat yang terkena dampak demosi. Itu dulu yang musti didahulukan. Jadi, di OPD sudah enggak ada lagi jabatan yang kosong,” akunya.

Terkait evaluasi kinerja, Edi akan memantau dan memastikan kinerja pegawainya benar-benar bekerja.

“Pasti akan saya evaluasi kinerja mereka (pejabat,red) tersebut. Benar enggak kerja. Jangan sampai dengan mereka di sana, justru membuat kinerja memburuk,” ucapnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?