Suansana penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (7/1/20219). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sebanyak 8 Kapal Penyeberangan di lintasan Pelabuhan Merak – Bakauheni terancam pindah lintasan. Kedelapan kapal ini diketahui belum memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2014 tentang pembatasan ukuran kapal di lintasan penyeberangan Pelabuhan Merak -Bakauheni.

“Kemarin kalau di lihat, dihitung secara kuantity ada 8 kapal (belum menyesuaikan PM 88). Tetapi dengan 8 kapal itu, kita sudah punya angka, kalaupun mungkin 8 kapal nanti keluar dari lintasan, kita sudah cukup untuk melayani ini semua,” ungkap Direktur Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi saat peresmian KMP Neomi di Dermaga 4, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (7/1/2019).

Diketahui sebelumnya, pemerintah sempat menunda pemberlakuan PM 88 karena penerapan aturan tersebut bersamaan dengan pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru, di pertengahan desember 2018 lalu. Untuk kembali menerapkan aturan tersebut, kata Budi, Kemenhub akan melakukan penilaian terhadap 72 kapal yang beroperasi di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Ia memperkirakan PM 88 akan diterapkan pada Februari mendatang.

Baca : Perusahaan Pelayaran Merak-Bakauheni Bernafas Lega, Pembatasan Kapal di Bawah 5.000 GT Ditunda

“Memang saya penundaan dulu sebentar, tetapi saya mulai berhitung di januari ini, dengan penambahan kapal baru. Dari munik ada 3 datang baru, dari Cina dan sudah menyesuaikan GT yang diharuskan oleh pemerintah,” pungkasnya.

“Jadi, artinya bahwa bulan januari saat saya akan melakukan assesment, sesuai kebutuhan yang ada. Kalau sudah sesuai, kita akan kita lakukan pemberlakuan PM 88,” tandasnya.

Bagi kapal-kapal yang tidak memenuhi PM tersebut, lanjut Budi, izin operasi tidak akan diperpanjang dan operasi kapalnya akan di pindah ke 13 lintasan lain di Indonesia.

“Izinnya tidak diperpanjang. Tetapi kita sudah menyiapkan ada sekitar 13 lintasan baru yang saya tawarkan kepada operator untuk memindahkan ke lokasi itu. Tetapi disini untuk penambahan kapal baru yang penambahan dalam arti PT baru, kapal baru, sementara kita masih moratorium,” paparnya.

Sekalipun telah menyiapkan opsi pindah lintasan kepada operator kapal, namun pihaknya mengaku belum cukup yakin dengan ketersediaan infrastruktur yang ada di 13 lintasan tersebut. Untuk memastikannya, pihaknya saat ini masih mengevaluasi kelayakan infrastruktur dari ketiga belas lintasan tersebut supaya kapal yang pindah lintasan dari Pelabuhan Merak-Bakauheni siap dioperasikan.

“Saya juga sedang melakukan beberapa evaluasi, kalau yang 13 dermaga yang saya tawarkan itu, mungkin pelayanannya, mungkin dermaganya belum comply, belum sesuai seperti yang ada disini. Jadi tentunya mungkin nanti saya akan menyesuaikan, tetapi diantara yang 13 dermaga itu, sudah ada beberapa dermaga yang siap dengan kapal-kapal yang akan kita keluarkan,” terangnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?