Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi saat di wawancara. (Foto Dok)

CILEGON,SSC – Pemerintah Kota Cilegon rupanya masih belum berani mengambil sikap tegas menutup usaha Tempat Hiburan Malam (THM) yang kerap bandel beroperasi melewati batas waktu atau buka hingga lewat pukul 00.00 WIB. Meski pada kenyataanya, Pemkot telah mengantongi nama-nama tempat hiburan malam yang melanggar perda nomor 2 Tahun 2003.

Menanggapi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi tidak menampik jika masih terdapat THM yang bandel. Kepada pengusaha yang melabrak aturan tetap diberi surat teguran.

“Baru himbauan-himbauan aja untuk para pengelola maupun pemilik tempat hiburan malam yang membandel. Kalau memang dalam sidak sweeping yang dilakukan oleh Satpol PP ditemukan THM ini tetap buka, itu hanya sebatas surat peringatan 1,2 dan 3 saja,” kata Edi belum lama ini.

Edi menjelaskan, saat ini perda PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) telah ditetapkan. Dengan begitu, PPNS dapat menindak pelanggar yang tidak memenuhi aturan termasuk pengelola THM jika ditemukan melanggar perda.

“PPNS kita kan udah jalan, jadi biarkan mereka yang melakukan tindakan bagi siapapun yang melanggar,” pungkasnya.

Lebih jauh, Ia mengingatkan, agar seluruh pengusaha THM dapat menghormati perda yang ada. Ia tidak menghendaki penegakan aturan yang dilakukan secara tegas ini dikhawatirkan berdampak pada persoalan baru. Upaya kooperatif dilakukan pihaknya dengan maksud pengusaha harus tetap mentaati perda.

“Kalau kita (Pemkot) keras, jangan sampai nanti pengusaha ini lari ke arah Serang. Semua pasti akan dirugikan. Saya enggak mau seperti ini. Saya hanya menghimbau agar pengusaha hiburan malam harus taat terhadap aturan,” ujarnya.

“Intinya kita masih memberikan surat peringatan saja untuk mereka. Saya minta agar aturan yang ada ini harus dipatuhi oleh seluruh pengusaha maupun pengelola tempat hiburan malam,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here