CILEGON, SSC – Petugas keamanan di Pasar Kranggot, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon diduga melakukan praktik pungli (pungutan liar) yang berkedok parkir di halaman parkir Kantor UPT Pasar Kranggot.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Selatsunda.com kendaraan yang masuk ke halaman parkir Kranggot ditarif Rp.2000 namun tidak diberikan karcis resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon.

Salah satu pedagang di Pasar Kranggot, yang enggan disebutkan namanya mengaku, praktik pungli yang dilakukan oleh petugas sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, tidak ada teguran baik dari Kepala UPT Pasar Kranggot, Muhibin maupun dari  Disperindagkop.

“Udah lama banget praktik pungli yang mereka lakukan itu. Sempat waktu ada kejadian OTT udah ditutup. Tapi enggak tahu kenapa kok dibuka lagi sama pihak UPT,” katanya kepada SSC, Selasa (22/5/2018).

Ia mengungkapkan, ada beberapa lahan yang parkir yang sudah disediakan untuk masyarakat yang ingin berbelanja di Pasar Kranggot. Namun, karena kondisinya yang kurang nyaman dan aman, akhirnya pemilik kendaraan lebih memarkirkan kendaraannya di halaman parkir Kantor UPT.

“Sebanrnya banyak sih lahan parkir di sini. Tapi, masyarakat lebih cendrung parkir di halaman parkir Pasar Kranggot. Mungkin di sana enggak nyaman simpan kendaraanya,” ungkapnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawardhana masih belum menjawab telepon selurernya. (Ully/red)

Komnetar anda tentang berita diatas?