CILEGON, SSC – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Kota Cilegon Bermasalah.  Hal itu membuat sejumlah orangtua resah.

Pantauan Selatsunda.com di SMP 1 Kota Cilegon, para orangtua  mengantre berjam-jam untuk mendaftarkan anak masuk  sekolah. Usut demi usut, rupanya, pendaftaran yang sebelumnya dilakukan melalui sistem online berubah menjadi manual.

Kadindik Kota Cilegon Muhtar Gojali menyebut, perubahan PPDB dari sistem online ke manual dibenarkan pihaknya.  Hal itu terjadi karena server PPDB di serang oleh Hacker (serangan peretas jaringan komputer online).

“Mungkin karena kekurangcanggihan kami, server PPDB online jadi diserang hacker. Oleh karena itu, saya pribadi mengambil sikap pendaftaran dilakukan melalui manual tidak lagi dilakukam secara online,” kata Muhtar kepada sejumlah wartawan di kantornya,” Kamis (5/7/2018).

Ia mengaku, jika sebelumnya pihaknya mempercayai kemampuan server PPDB online yang dimiliki tidak akan mengalami gangguan. Namun perkiraan itu malah meleset dari rangkaian persiapan yang telah dilakukan.

“Sempat sebelumnya, saya pernah bilang jika server yang kami (Dindik)miliki aman dan tidak ada gangguan apapun. Sebab, kami memiliki kapasitas 15-20 ribu pendaftar. Saya sudah senang, ketika lulusan SD di Kota Cilegon kisaran 8 ribu siswa, kapasitas server 15 ribu hingga 20 ribu,” katanya.

Untuk menyikapi itu,  kata Muhtar, seluruh kepala SMP se-Kota Cilegon langsung dipanggil.  Ia memerintahkan agar PPDB dilakukan secara manual.

“Saya sudah panggil seluruh kepala sekolah untuk bisa membantu calon peserta didik yang mau mendaftar melalui manual. Karena, jumlah di Kota Cilegon sedikit, semua kepala sekolah ini harus siap menerima pendaftaran langsung dari masyarakat,” jelasnya.

Terkait kejadian ini, Muhtar pun mengaku telah menginformasikan Ketua Komisi II DPRD Cilegon Abdul Ghoffar. Sebab pada Rabu (4/7/2018) saat mendapat kunjungan dari Komisi II DPRD Cilegon, dirinya menjamin jika PPDB online akan lancar.

“Komisi II sebagai mitra kerja kami, juga sudah kami informasikan atas permasalahan hal ini,” akunya.

Sementara itu, Kepala SMP 1 Kota Cilegon Rulyanto mengaku, erornya server PPDB online membuat pihaknya tidak bisa memproses seluruh pendaftar sekolah.

“Iya kami tidak bisa memproses seluruh pendaftar,” ujarnya.

Di sekolah tersebut, sambungnya, kuota siswa sebanyak 224 orang. Di mana pada 7 kelas yang ada, setiap kelasnya akan diisi 32 siswa.

“Kuota di sekolah kami 7 kali 32 siswa. Tapi yang masukkan pendaftaran sudah 325 siswa. Untungnya pendaftaran diundur hingga Sabtu ini, ” paparnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here