CILEGON, SSC – Kegaduhan yang terjadi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online 2018 untuk tingkat SMP maupun SD mendapat tanggapan dari Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariadi. Server yang sebelumnya sempat tidak dapat digunakan itu (error system),  kata Edi,  sedang diteliti oleh Pemkot.

“Udah dengar sekarang lagi di teliti,” kata Edi kepada awak media usai Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon,” Jumat (6/7/2018).

Sistem PPDB online yang dikeluhkan para orangtua dan saat ini telah diubah dengan cara manual,  sambungnya,  diduga menggunakan teknologi yang tidak mutakhir. Ia bahkan mengibaratkan teknologi yang digunakan seperti produk buatan China.

“Gak tahu mungkin sistemnya lagi jelek atau gimana? Mungkin servernya buatan China kali,” ujar Edi dengan entengnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon,  Abdul Ghoffar mengaku, Dindik telah menjamin PPDB Online siap digunakan tersebut. Namun implementasinya tidak seperti yang terjadi.

“Waktu sosialiasi sih bilangnya siap. Tapi, kalau ada kendala kaya begini harus tanya ke Pak Kadis (Muhtar Gojali),” kata Ghoffar.

Ghoffar memaklumi jika sistem PPDB online belum sempurna dan sesuai dengan harapan banyak pihak. Dalam waktu dekat,  program dindik itu akan dievaluasi secara komprehensif oleh Komisi II.

“Evaluasi bakal dilakukan. Akhir Juli inilah kita lakukan evaluasi itu. Kalau pemanggilan secara eksternal, nanti kita akan bicarakan di sisi internal aja,” pungkasnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here