Suasana dan Kondisi RSUD Cilegon, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Cilegon, Jumat (14/9/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon telah mengajukan lelang untuk pembangunan gedung Poli Jantung tahun ini namun gagal dilaksanakan karena sejumlah alasan.

Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kota Cilegon, Syafrudin, Jumat (14/9/2018) mengatakan, lelang pembangunan gedung poli telah tercatat gagal untuk ketiga kalinya. Gagalnya lelang proyek senilai Rp 1,7 miliar ini salah satunya karena estimasi masa pelaksanaan pekerjaan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Kenapa itu gagal lelang dan tidak dilanjutkan, memang sebelumnya kita sampaikan hasil gagal lelang, kita koordinasi, kita panggil ppk-nya (Pejabat Pembuat Komitmen). Kemudian melihat waktunya juga, aturan lelangnya kan juga lebih panjang,” paparnya.

Selain masa pelaksanaan, papar Syafrudin, dokumen yang dipersyaratkan oleh peserta yang mengikuti lelang juga belum sepenuhnya terpenuhi sehingga tidak lolos kualifikasi.

“Maksudnya, itu tidak memenuhi persyaratan. Harus dibedakan ya, Ini peserta yang masuk penawaran bukan yang daftar, ” tuturnya.

Sementara, PPK proyek Gedung Poli Jantung RSUD Cilegon, Mariano Correia mengatakan, belum terlaksana pembangunan gedung itu saat ini karena estimasi masa penyelesaian pelaksanaan pekerjaan diperkirakan tidak akan terkejar saat tender lelang diumumkan.

“Berdasarkan DED (Detail Engineering Design) pekerjaan itu makan waktu empat bulanan, makanya ngga akan terkejar,” paparnya.

Selain itu sebagaimana informasi yang diperoleh pihaknya dari ULP, kata Kepala Bagian Umum RSUD ini, peserta yang mengikuti lelang juga belum lolos kualifikasi.

“Berdasarkan laporan yang kita terima dari ULP, itu tidak lolos di kualifikasi. Artinya kalau kualifikasi, tidak lolos di administrasi,” tandasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here