Pemerintah Kota Cilegon dan DPRD Cilegon melaksanakan Rapat Gabungan Pembahasan APBD Perubahan 2018 di Jakarta, Belum lama ini. Foto Ist

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Cilegon akhirnya menyetujui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 sebesar Rp1,986 triliun. Anggaran perubahan ini disepakati berdasarkan rapat pembahasan yang diselenggarakan di Jakarta selama tiga hari.

Ketua Badan Anggaran pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Isro Mi’roj mengatakan, pos pendapatan APBD P 2018 sebesar Rp 1,833 trilun ditetapkan berdasakan hasil Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang mana sebelumnya ditetapkan sekitar Rp1,822 triliun. Nilai ini tersebut naik dari pendapatan sektor pajak daerah dan retribusi sebesar Rp10,185 miliar.

“Jadi sudah ditetapkan untuk pos pendapatan di APBD Perubahan 2018 sebesar Rp Rp 1,833 Triiliun. Sebelumnya, di KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara) hanya sebesar Rp 1,822 triliun. Adapun Rp10.185 miliar ini berasal dari pajak daerah dan retribusi. Sedangkan untuk defisit anggaran sebesar Rp152 miliar akan ditutupi dari Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) di 2017 sebesar Rp152,969 miliar,” kata Isro saat dikonfirmasi, Jumat (14/9/2018).

Isro memastikan, tidak ada satupun program pemerintah yang dicoret dalam penetapan tersebut. Hal itu dilakukan agar program pemerintah khususnya program prioritas dapat dinikmati langsung manfaatnya oleh masyarakat Cilegon.

“Program pemerintah tidak ada yang dicoret. Bahkan, masukan-masukan para anggota dewan dari kegiatan RKA (Rencana Kerja Anggaran) kita realisasikan. Salah satunya, pengadaan mobil camat di Kota Cilegon,” paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi membenarkan adanya penambahan anggaran untuk APBD P 2018 ini. Penambahan itu sekitar Rp10,185 miliar.

“Hasil rapat antara eksekutif dan legilatif telah selesai. Dan ditetapkan ada penambahan anggaran sebesar Rp10,185 miliar dan tidak ada pekerjaan yang dicoret atau ditunda di tahun ini,” ucapnya Edi. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here